EDUTECHID.COM – Menjelang pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Dzulhijah 1447 Hijriah, Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI) kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui Webinar MISI #062 yang mengangkat tema “Tantangan Baru Penyatuan Kalender Hijriyah”. Webinar ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 20.00–22.00 WIB dan terbuka secara gratis untuk masyarakat umum.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperluas pemahaman publik mengenai dinamika penetapan kalender Hijriyah yang hingga kini masih menjadi perhatian di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia. Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriyah dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek astronomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, kebijakan, dan persatuan umat.
Webinar menghadirkan Prof. Thomas Djamaluddin sebagai pemantik utama. Ia merupakan Profesor Astronomi dan Astrofisika dari Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang selama ini dikenal aktif mengkaji isu falak, rukyat, dan sistem kalender Islam.
Dalam forum tersebut, Prof. Thomas dijadwalkan membahas berbagai tantangan baru dalam upaya penyatuan kalender Hijriyah, khususnya di tengah perkembangan teknologi astronomi modern dan kebutuhan akan sistem penanggalan yang lebih terintegrasi. Isu ini menjadi semakin relevan menjelang penetapan awal Dzulhijah yang berkaitan erat dengan pelaksanaan Hari Raya Iduladha.
“Penyatuan kalender Hijriyah membutuhkan pendekatan ilmiah, komunikasi yang terbuka, dan kesepahaman bersama agar dapat diterima secara luas oleh masyarakat,” demikian pandangan yang selama ini kerap disampaikan Prof. Thomas dalam berbagai forum ilmiah.
Diskusi webinar juga akan diperkaya oleh pandangan Prof. Rinto Anugraha, Profesor Sosiofisika dan Jaringan Kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM), yang hadir sebagai pembahas. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif lintas disiplin mengenai bagaimana pola interaksi sosial, komunikasi publik, dan dinamika masyarakat memengaruhi proses penyatuan kalender Islam.
Menurut penyelenggara, pendekatan multidisiplin menjadi penting dalam membahas kalender Hijriyah karena persoalan tersebut tidak hanya berada dalam ranah ilmu astronomi, tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya, hingga penerimaan masyarakat terhadap keputusan keagamaan.
Webinar MISI #062 akan dipandu oleh Nurul Hidayat, dosen Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, sebagai moderator. Sementara itu, Bangbang Nurcahyo Prastowo selaku Co-Founder MISI akan bertindak sebagai host kegiatan.
MISI menyebutkan bahwa forum ini diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan yang konstruktif bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan isu sosial keagamaan kontemporer.
Selain membahas tantangan penyatuan kalender Hijriyah, webinar ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi publik terhadap pemanfaatan ilmu astronomi dan teknologi dalam mendukung kehidupan sosial masyarakat modern. Peserta dapat mengikuti kegiatan melalui platform Zoom yang telah disediakan panitia, sementara rekaman webinar nantinya akan tersedia melalui kanal YouTube resmi MISI.
Penyelenggara juga membuka pendaftaran e-certificate bagi peserta yang mengikuti kegiatan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi publik dalam diskusi ilmiah tersebut.
Webinar MISI #062 mendapat dukungan dari sejumlah mitra akademik dan komunitas, di antaranya Center for Cryptography and Cybersecurity Researchs (C3R) UGM, Praxis High School, Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan UGM, EduTech, serta Kagama. Dukungan tersebut menunjukkan tingginya perhatian berbagai pihak terhadap penguatan ruang diskusi publik berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui forum ini, MISI berharap masyarakat dapat memahami bahwa perbedaan penetapan kalender Hijriyah bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan bagian dari dinamika intelektual dan sosial yang membutuhkan dialog terbuka serta pendekatan ilmiah yang inklusif.
“Penyatuan kalender Hijriyah membutuhkan pendekatan ilmiah, komunikasi yang terbuka, dan kesepahaman bersama agar dapat diterima secara luas oleh masyarakat.”
Webinar MISI #062 diharapkan menjadi ruang dialog yang produktif dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai tantangan penyatuan kalender Hijriyah di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan diskusi berbasis ilmu pengetahuan, upaya membangun kesepahaman dalam penetapan kalender Islam diharapkan dapat terus berkembang demi memperkuat harmoni dan persatuan umat. (*na)
No Comments