x

banner 300250

Peneliti Hallym University Korea Selatan Buka Peluang Kolaborasi Riset Internasional melalui Program Visiting Researcher BRIN

2 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 19:07 20 Amin

Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuka peluang kolaborasi riset internasional melalui program Visiting Researcher Fellowship Program yang ditujukan bagi peneliti dan akademisi dari berbagai negara. Program ini menjadi salah satu langkah strategis BRIN dalam memperkuat jejaring penelitian global serta meningkatkan kualitas luaran riset kolaboratif di Indonesia.

Salah satu akademisi internasional yang menyatakan minat untuk bergabung dalam program tersebut adalah Dr. Abdul Karim, Research Professor dari Hallym University, Korea Selatan. Melalui skema fellowship tersebut, ia membuka peluang kerja sama penelitian dengan peneliti BRIN maupun perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam rencana penelitiannya, Dr. Abdul Karim mengusung tema pengembangan Artificial Intelligence (AI)-Driven Clinical Decision Support System, khususnya pada bidang kesehatan berbasis kecerdasan buatan. Fokus riset mencakup pengembangan machine learning yang transparan dan dapat dipercaya untuk prediksi risiko kesehatan, termasuk prediksi risiko penyakit kardiovaskular dan pasien ICU, kalibrasi model prediktif, estimasi ketidakpastian, hingga interpretabilitas berbasis SHAP (SHapley Additive exPlanations).

Sebagai alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Abdul Karim menyampaikan keinginannya untuk kembali membangun jejaring akademik dan riset bersama peneliti di Indonesia. Ia juga membuka peluang diskusi topik penelitian yang dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan institusi mitra.

“Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi riset internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi AI untuk bidang kesehatan yang berdampak langsung pada pengambilan keputusan klinis,” ujarnya.

Program Visiting Researcher BRIN sendiri menawarkan dukungan berupa tunjangan hidup bulanan serta pembiayaan tiket perjalanan pulang-pergi bagi peneliti internasional yang mengikuti kegiatan riset selama satu hingga tiga bulan di Indonesia. Pendaftaran program dibuka sepanjang tahun dan difokuskan untuk menghasilkan luaran penelitian bersama antara peneliti BRIN dan mitra internasional.

BRIN berharap program ini dapat mendorong transfer pengetahuan, peningkatan publikasi internasional, serta penguatan ekosistem riset nasional yang lebih kompetitif di tingkat global. Kehadiran peneliti internasional seperti Dr. Abdul Karim juga dinilai dapat memperluas kolaborasi multidisiplin, khususnya pada bidang kesehatan digital dan kecerdasan buatan yang saat ini berkembang pesat.

Melalui program tersebut, institusi pendidikan tinggi dan kelompok riset di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum kolaborasi internasional untuk memperkuat kapasitas penelitian, inovasi, dan pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x