Jakarta – Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI) kembali menyelenggarakan diskusi ilmiah melalui Webinar MISI #045 yang mengangkat tema strategis “Teknologi Anti Money Laundering”. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 20.00–22.00 WIB, ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, peneliti, serta pemerhati teknologi dan keuangan.
Webinar ini menghadirkan Chris Bagus Prakoso, pakar financial crime internasional yang saat ini berperan sebagai Subject Matter Expert Anti Money Laundering, sekaligus Scrum Master dan praktisi Data Science & Analytics di industri teknologi finansial global. Chris Bagus Prakoso diketahui menangani klien Nice Actimize yang berbasis di New York dan bernaung di bawah Ness Digital Engineering, Slovakia.
Dalam paparannya, Chris Bagus Prakoso mengulas secara komprehensif bagaimana teknologi digital, analitik data, dan kecerdasan buatan diterapkan secara nyata dalam mendeteksi serta mencegah praktik pencucian uang yang semakin kompleks seiring berkembangnya sistem keuangan global. Ia menekankan bahwa pendekatan anti money laundering (AML) saat ini tidak lagi bersifat manual, melainkan berbasis sistem cerdas yang mampu membaca pola transaksi mencurigakan secara cepat dan akurat.
Menariknya, narasumber juga membagikan perspektif lintas disiplin yang ia miliki, berangkat dari latar belakang humaniora di Universitas Padjadjaran, hingga pendidikan teknik di University of Bradford, Inggris. Kombinasi ini, menurutnya, menjadi kekuatan penting dalam merancang solusi teknologi yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga kontekstual dan aplikatif dalam menghadapi kejahatan finansial.
Webinar MISI #045 turut menghadirkan Arief Prihantoro, Direktur Pengembangan Bisnis Excellencia Indonesia, sebagai pembahas. Ia memberikan sudut pandang industri terkait tantangan dan peluang implementasi teknologi AML di dunia usaha serta ekosistem keuangan nasional, khususnya dalam mendukung kepatuhan regulasi dan mitigasi risiko bisnis.
Diskusi dipandu oleh Nurul Hidayat, Dosen Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, yang bertindak sebagai moderator. Sementara itu, peran host diemban oleh Agus Fanar Syukri, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang dikenal aktif dalam pengembangan kajian informatika sosial di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Webinar MISI #045 ini, MISI menegaskan komitmennya sebagai ruang kolaborasi ilmiah yang menjembatani akademisi, peneliti, dan praktisi dalam membahas isu-isu strategis di persimpangan teknologi, masyarakat, dan kebijakan publik. Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta serta mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab dalam upaya pemberantasan kejahatan finansial di Indonesia maupun di tingkat global. (*na)
No Comments