x

banner 300250

Institut Hasan Sulur Gelar Lokakarya Kurikulum, Libatkan Stakeholder untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan

2 minutes reading
Friday, 1 May 2026 13:00 46 Amin

Polewali Mandar, 30 April 2026 — Institut Hasan Sulur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan lokakarya kurikulum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, industri, dan praktisi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Jufri, S.Kom., M.T., Ph.D., Ketua APTIKOM Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Tim Pengembang Kurikulum LLDIKTI Wilayah IX. Turut hadir pula Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., Analis Pelaksanaan Akademik dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah IX, yang memberikan perspektif strategis terkait kebijakan pengembangan kurikulum di perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Jufri menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Menurutnya, kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang kian pesat.

“Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Sementara itu, Muh Tahir Hamzah menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta kebijakan terkini dari LLDIKTI. Hal ini penting untuk memastikan lulusan memiliki daya saing tinggi, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Lokakarya ini turut melibatkan sejumlah stakeholder, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Kesehatan, BPJS, serta perwakilan industri dari PT Digital Java Nusantara. Para peserta memberikan masukan terkait kebutuhan kompetensi di lapangan, tren perkembangan teknologi, serta peluang kerja yang relevan dengan bidang studi.

Adapun program studi yang menjadi fokus pengembangan dalam kegiatan ini meliputi S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Administrasi Kesehatan, serta DIII Keperawatan. Masing-masing program studi melakukan diskusi intensif guna menyelaraskan materi pembelajaran dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Selain sesi pemaparan, lokakarya juga diisi dengan diskusi kelompok, penyusunan draf kurikulum, serta evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih relevan, inovatif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Institut Hasan Sulur berharap dapat menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Lokakarya ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di era digital. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x