x

banner 300250

Alumni Universitas Jenderal Soedirman Bawa Startup Energi Desa Tembus Silicon Valley

3 minutes reading
Friday, 8 May 2026 08:27 27 Amin

PURBALINGGA – Universitas Jenderal Soedirman kembali menorehkan kiprah internasional melalui salah satu alumninya. Rafi Ashza Sejati, alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed angkatan 2022, berhasil membawa startup HIEREN menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.

Rafi merupakan tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed. Dalam proses pengembangannya, ia mendapatkan pendampingan dari Nur Wijayanti bersama Ratna Satriani di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti.

Keberhasilan tersebut bermula ketika HIEREN masuk dalam Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero). Melalui program Pertamuda Overseas, Rafi mengikuti rangkaian kegiatan internasional di Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.

HIEREN dikembangkan sebagai social enterprise energi terbarukan berbasis pemberdayaan masyarakat desa. Inovasi yang diusung berupa sistem modular plug and play yang dapat digunakan tanpa proses perakitan, mampu menyala selama 24 jam, serta terintegrasi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mendukung pengelolaan energi secara mandiri oleh masyarakat.

Berangkat dari latar belakang sebagai anak desa asal Cilacap, Rafi mengembangkan inovasi tersebut berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keterbatasan akses energi di wilayah pesisir dan pedesaan.

Selama berada di Silicon Valley, Rafi berkesempatan mengunjungi Google serta terlibat dalam komunitas startup global Startup Grind guna memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan inovasi berbasis desa dari Indonesia kepada dunia.

Menurut Rafi, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan juga bentuk kontribusi untuk membawa nama Unsoed dan potensi desa Indonesia ke tingkat global.

“Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani bermimpi besar dan mulai berkarya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi menjadi bukti bahwa mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki daya saing global apabila didukung ruang pengembangan, pendampingan, dan ekosistem inovasi yang tepat.

“Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia. Pusat Inkubator Bisnis akan terus mendorong lahirnya startup-startup muda yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan Rafi dari desa di Cilacap hingga menembus Silicon Valley menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat dapat berkembang dan memperoleh pengakuan di tingkat global. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x