x

banner 300250

Webinar MISI #072 Bahas Tantangan Pengembangan Drone dan Robot di Indonesia Dibandingkan China

3 minutes reading
Tuesday, 21 Jul 2026 10:49 13 Amin

YOGYAKARTA – Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI) kembali menyelenggarakan Webinar MISI #072 dengan mengangkat tema “Mengapa Pengembangan ‘Otak’ Drone dan Robot di Indonesia Tidak Sepopuler di China?”. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 20.00–22.00 WIB melalui platform webinar yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi teknologi.

Webinar ini menghadirkan Andi Dharmawan dari Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika Universitas Gadjah Mada sebagai pemantik diskusi, serta Jazi Eko Istiyanto, Kepala Laboratorium Sistem Tertanam dan Robotika Universitas Gadjah Mada, sebagai pembahas. Acara akan dipandu oleh Prof. Agus Fanar Syukri, Profesor Kebijakan Publik BRIN, sebagai host, dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).

Tema yang diangkat dalam webinar ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan teknologi global, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi drone, robotika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta sistem tertanam (embedded systems) yang telah menjadi tulang punggung transformasi industri di berbagai negara.

Dr. Nurul Hidayat menyampaikan bahwa diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai berbagai faktor yang menyebabkan perkembangan teknologi robotika dan drone di Indonesia belum secepat negara-negara maju seperti China.

"China berhasil membangun ekosistem inovasi yang kuat melalui integrasi antara riset, industri, kebijakan pemerintah, serta dukungan investasi yang berkelanjutan. Melalui webinar ini, diharapkan muncul berbagai gagasan strategis untuk mempercepat pengembangan teknologi robotika dan sistem cerdas di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Andi Dharmawan menjelaskan bahwa pengembangan "otak" drone dan robot tidak hanya berkaitan dengan perangkat keras, tetapi juga melibatkan penguasaan algoritma, kecerdasan buatan, computer vision, sensor fusion, hingga kemampuan membangun ekosistem inovasi yang mendukung hilirisasi hasil riset.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi robotika, didukung oleh jumlah talenta muda yang terus meningkat. Namun, diperlukan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan pemerintah agar inovasi yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi maju, sekaligus mendukung agenda transformasi digital nasional.

Webinar MISI #072 didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Center for Cryptography and Cybersecurity Research (C3R) UGM, Praxis High School, Laboratorium Sistem Komputer dan Jaringan UGM (Lab SKJ UGM), EduTech, serta KAMIPAGAMA.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, MISI berharap dapat membangun ruang diskusi ilmiah yang produktif serta mendorong lahirnya berbagai rekomendasi dan inovasi untuk mempercepat pengembangan teknologi drone, robotika, dan kecerdasan buatan di Indonesia, sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x