x

banner 300250

UBSI Gelar IT Bootcamp 2026, Cetak Talenta Digital Berbasis Cloud Computing dan AI

4 minutes reading
Tuesday, 30 Jun 2026 13:00 67 Amin

BOGOR – Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), sukses menyelenggarakan IT Bootcamp 2026 bertema Empowering Digital Innovation Through Cloud Technology pada 23–24 Juni 2026 di Asyana Hotel Sentul, Bogor. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi di bidang teknologi informasi, mengasah kreativitas, serta menghasilkan inovasi digital berbasis cloud computing yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

IT Bootcamp 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI, Dr. Ir. Taufik Baidawi, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguasaan teknologi cloud computing merupakan kompetensi strategis yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi percepatan transformasi digital.

"Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan teknologi menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri," ujar Taufik.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan dari akademisi dan praktisi industri yang berpengalaman di bidang teknologi informasi. Salah satu sesi utama menghadirkan Prasidya Pramadresana Saftari, praktisi dari Indonesia Cloud Community dan Cerulean Studio, yang membahas penerapan teknologi cloud computing, pengembangan aplikasi modern, hingga peluang karier di industri digital tingkat nasional maupun internasional.

Tidak hanya memperoleh materi konseptual, peserta juga mengikuti sesi hands-on menggunakan Google Cloud Platform (GCP). Melalui praktik langsung tersebut, mahasiswa mempelajari cara memanfaatkan layanan komputasi awan untuk membangun aplikasi yang scalable, efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Materi berikutnya disampaikan oleh Jenie Sundari, M.Kom., dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI, dengan topik User Friendly for Applications. Dalam sesi ini, peserta memahami pentingnya merancang aplikasi yang mudah digunakan, intuitif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Pembahasan mencakup prinsip-prinsip User Interface (UI) dan User Experience (UX), seperti konsistensi desain, kemudahan navigasi, aksesibilitas, responsivitas, hingga efisiensi penggunaan aplikasi.

Menurut Jenie, keberhasilan sebuah aplikasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dirasakan pengguna ketika berinteraksi dengan sistem.

Selanjutnya, Sifa Fauziah, M.Kom., memberikan pembekalan mengenai teknik presentasi profesional sebagai bekal peserta dalam memaparkan hasil proyek yang telah dikembangkan. Mahasiswa dibimbing menyusun presentasi yang efektif melalui penguasaan komunikasi verbal dan nonverbal, manajemen waktu, penggunaan media presentasi, hingga strategi menjawab pertanyaan dewan juri secara meyakinkan.

Sebelum mengikuti bootcamp, para peserta telah menjalani proses pendampingan intensif bersama dosen selama kurang lebih satu bulan. Dalam masa tersebut, berbagai ide dikembangkan menjadi solusi digital yang mengintegrasikan teknologi cloud computing untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Pada sesi akhir kegiatan, setiap tim mempresentasikan hasil inovasi mereka di hadapan dewan juri. Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengombinasikan teknologi cloud computing, Artificial Intelligence (AI), serta pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna (user-centered design).

Dosen pendamping Sifa Fauziah, M.Kom., Jenie Sundari, M.Kom., dan Musriatun Napiah memberikan apresiasi atas kualitas inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Menurut mereka, proyek-proyek tersebut tidak hanya menunjukkan penguasaan aspek teknis, tetapi juga memiliki nilai sosial karena menawarkan solusi terhadap berbagai permasalahan nyata.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi mahasiswa, UBSI juga berkomitmen memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi karya-karya terbaik. Langkah ini diharapkan mampu mendorong hasil bootcamp berkembang menjadi produk inovatif yang memiliki nilai komersial sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Pada IT Bootcamp 2026, tiga tim berhasil meraih penghargaan sebagai inovasi terbaik.

Juara pertama diraih oleh tim QurbanCheck, sebuah aplikasi berbasis web untuk manajemen peternakan dan hewan kurban yang mampu mengelola data ternak secara terintegrasi, mulai dari identitas hewan, usia, bobot, kondisi kesehatan, hingga status ketersediaan.

Juara kedua diraih oleh tim BSI AI Notebook, platform pembelajaran berbasis web yang mendukung proses belajar mengajar di lingkungan UBSI melalui pengelolaan modul digital, fitur digital notebook, pencarian materi, serta chatbot berbasis AI yang membantu mahasiswa belajar secara mandiri dan interaktif.

Sementara itu, juara ketiga diraih oleh tim Agrilens, aplikasi berbasis cloud computing dan AI yang mampu mendeteksi penyakit pada daun tanaman hortikultura melalui analisis citra digital. Inovasi ini diharapkan dapat membantu petani melakukan identifikasi penyakit secara cepat, akurat, dan real-time sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta mengurangi risiko gagal panen.

Pada penutupan kegiatan, Dr. Ir. Taufik Baidawi, M.Kom. kembali memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat, kreativitas, dan kolaborasi yang ditunjukkan selama mengikuti rangkaian bootcamp.

"Melalui IT Bootcamp ini, kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kompetensi di bidang cloud computing, kecerdasan buatan, serta kemampuan komunikasi menjadi bekal penting bagi talenta digital masa depan," ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan IT Bootcamp 2026, Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya memiliki nilai akademik dan kekayaan intelektual, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x