x

banner 300250

Dr. Nurul Hidayat Sampaikan Khutbah Idulfitri di Klaten, Tekankan Makna Rezeki sebagai Anugerah Allah

3 minutes reading
Friday, 20 Mar 2026 11:57 53 Amin

KLATEN – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan masyarakat Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, sebagai sarana memperkuat refleksi spiritual dan kebersamaan umat. Ratusan jamaah memadati Lapangan Mas Putih Mas Kembar pada Jumat (20/3/2026) pagi untuk melaksanakan Salat Idulfitri yang berlangsung dengan khidmat.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dipercaya sebagai imam sekaligus khotib. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan khutbah bertema “Allah Yang Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq)”.

Dalam khutbahnya, Dr. Nurul Hidayat menegaskan bahwa makna rezeki tidak semata-mata berkaitan dengan materi. Menurutnya, rezeki juga dapat berupa kesehatan, ilmu pengetahuan, keluarga yang harmonis, hingga ketenangan batin yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.

Ia mengingatkan jamaah agar meluruskan pemahaman mengenai sumber rezeki. Segala usaha yang dilakukan manusia, seperti pekerjaan atau aktivitas ekonomi, pada hakikatnya merupakan bagian dari ikhtiar, sedangkan hakikat pemberi rezeki tetaplah Allah SWT.

“Sering kali kita menganggap rezeki berasal dari pekerjaan atau usaha semata. Padahal, semua itu adalah bagian dari kehendak Allah. Rezeki setiap manusia telah ditetapkan oleh-Nya dan tidak akan tertukar,” ungkapnya dalam khutbah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan sikap bersyukur, bersabar, dan bertawakal dalam menghadapi berbagai kondisi kehidupan. Baik dalam keadaan lapang maupun sempit, umat Islam diharapkan tetap optimistis serta tidak berputus asa terhadap rahmat Allah.

Dalam khutbah tersebut, Dr. Nurul Hidayat juga menyinggung berbagai ujian yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia mengajak jamaah untuk menyikapinya dengan kesabaran, keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Mas Putih Mas Kembar melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) setempat. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sebagai seorang akademisi, Dr. Nurul Hidayat juga menyoroti pentingnya peran imam dan khotib dalam membangun kesadaran kolektif umat. Ia menilai bahwa khutbah tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sarana strategis untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Ia menambahkan, keterlibatan akademisi dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya menjembatani ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan aplikatif.

Menutup khutbahnya, Dr. Nurul Hidayat mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Jadikan Ramadan sebagai awal perubahan. Teruslah menjaga ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki diri agar kita dapat kembali kepada Allah dalam keadaan terbaik,” pesannya.

Kegiatan Salat Idulfitri kemudian ditutup dengan suasana hangat saling bersalaman dan bermaafan antarjamaah, menandai semangat kembali kepada fitrah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x