EDUTECHID.COM — Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI) telah melaksanakan Webinar MISI #063 bertajuk “Early Warning System Berbasis Kearifan Lokal” pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 20.00–22.00 WIB secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan tersebut menghadirkan Lukito Edi Nugroho, Profesor Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) yang tidak hanya mengandalkan teknologi modern, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.
Webinar juga menghadirkan Hunggul Yudono SHN, Profesor Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Geoinformatika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai pembahas. Diskusi dipandu oleh Moderator Bambang Nurcahyo Prastowo selaku Co-Founder MISI, serta dipandu oleh Host Agus Fanar Syukri, Profesor Kebijakan Publik BRIN sekaligus Founder MISI.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi sosial, mitigasi bencana, dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa pengembangan sistem peringatan dini di Indonesia perlu mempertimbangkan karakteristik lokal setiap wilayah. Kearifan lokal dinilai memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan masyarakat dalam membaca tanda-tanda alam dan menghadapi potensi bencana.
Melalui webinar ini, MISI berharap dapat mendorong kolaborasi multidisiplin dalam pengembangan sistem mitigasi bencana dan pengelolaan risiko berbasis teknologi sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Selain menyelenggarakan webinar rutin, MISI juga menyediakan portal artikel ilmiah dan publikasi yang dapat diakses melalui laman https://socioinformatics.id serta rekaman webinar melalui kanal YouTube resmi di https://youtube.com/@infososindonesia.
Webinar MISI #063 turut didukung oleh berbagai mitra akademik dan komunitas riset sebagai bentuk penguatan literasi digital, teknologi sosial, dan pengembangan inovasi berbasis masyarakat di Indonesia. (*na)
No Comments