Bali – Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ISEAS – Yusof Ishak Institute Singapura, serta KONASPI XII Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) resmi membuka Call for Papers untuk Kemendiktisaintek–BRIN–ISEAS–KONASPI XII Undiksha Joint Conference 2026. Konferensi internasional tersebut menjadi wadah kolaborasi akademik dalam merumuskan arah kebijakan dan transformasi pendidikan Indonesia di tengah perubahan tata kelola dan tantangan pembangunan sumber daya manusia.
Mengusung tema "Education in Contemporary Indonesia: Navigating Governance Transitions and Human Capital Impact", konferensi ini mengundang akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa pascasarjana, pembuat kebijakan, serta praktisi pendidikan dari dalam maupun luar negeri untuk menyampaikan gagasan ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan sistem pendidikan nasional.
Penyelenggara menetapkan 31 Juli 2026 sebagai batas akhir pengiriman extended abstract dengan panjang minimal 500 kata. Pengumuman makalah yang diterima akan disampaikan pada 21 Agustus 2026, sementara konferensi akan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Nusa Dua Convention Center (NDCC), Bali.
Menariknya, penyelenggara memastikan tidak dikenakan biaya konferensi (No Conference Fee) bagi para peserta yang mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Konferensi ini mengangkat enam tema strategis yang mencerminkan tantangan dan peluang pembangunan pendidikan Indonesia, yaitu kebijakan sosial dalam sistem pendidikan, pemerataan dan keunggulan pendidikan, digitalisasi serta politik teknologi pendidikan, perguruan tinggi dan pembangunan negara, pembelajaran dari praktik pendidikan tinggi internasional, serta dinamika kekuasaan dalam tata kelola pendidikan.
Melalui tema-tema tersebut, konferensi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based policy) bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Selain menjadi forum diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang dialog antara kalangan akademisi, lembaga riset, pemerintah, dan praktisi pendidikan. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari transformasi digital, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan kapasitas institusi pendidikan tinggi.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, terdapat sejumlah tahapan lanjutan yang harus dipenuhi. Naskah lengkap konferensi dengan panjang 10–12 halaman dijadwalkan dikumpulkan paling lambat 21 September 2026, disusul pengumpulan bahan presentasi pada 24 September 2026.
Konferensi ini juga menawarkan berbagai fasilitas bagi peserta, antara lain e-certificate, seminar kit, kesempatan publikasi pada edited volume untuk makalah terpilih, serta sesi jejaring (networking session) yang mempertemukan peneliti dan pengambil kebijakan dari berbagai institusi.
Joint Conference 2026 dipimpin oleh jajaran steering committee yang terdiri atas tokoh-tokoh nasional dan internasional, di antaranya Dr. Ahmad Najib Burhani selaku Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Dr. Kurniasih Mufidayanti dari Komisi X DPR RI, Dr. Muhammad Najib dari BRIN, Dr. Trina Fizzanty dari Pusat Riset Pendidikan BRIN, serta Ms. Julia Lau dari ISEAS – Yusof Ishak Institute, Singapura.
Pendaftaran dan pengiriman abstrak dilakukan secara daring melalui laman https://s.brin.go.id/m/joint_conference.
Melalui penyelenggaraan konferensi bersama ini, Kemendiktisaintek, BRIN, ISEAS, dan KONASPI XII Undiksha berharap semakin banyak lahir gagasan, hasil riset, dan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat transformasi pendidikan Indonesia menuju sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. (*na)
No Comments