x

banner 300250

Klaten Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Sejarah Sepeda ke-35, Hadirkan Akademisi dari Berbagai Negara

3 minutes reading
Saturday, 16 May 2026 08:51 23 Amin

EDUTECHID.COM – Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akan menjadi pusat perhatian komunitas akademik dan pecinta budaya sepeda dunia melalui penyelenggaraan The 35th International Cycling History Conference (ICHC) yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026. Konferensi internasional ini digelar di Pendopo Klaten dan menghadirkan peneliti, sejarawan, akademisi, serta pegiat budaya sepeda dari berbagai negara.

ICHC merupakan forum ilmiah internasional yang secara khusus membahas sejarah, budaya, teknologi, hingga perkembangan sosial sepeda dari berbagai perspektif multidisiplin. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan sesi akademik, wisata budaya, hingga eksplorasi komunitas sepeda lokal.

Konferensi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026 melalui program budaya dan city tour di kawasan Car Free Day Klaten. Peserta internasional juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah desa industri tradisional dan situs budaya di wilayah Jawa Tengah sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal Indonesia.

Ketua panitia menyebutkan bahwa pemilihan Klaten sebagai lokasi konferensi dinilai strategis karena daerah tersebut memiliki sejarah budaya, jalur wisata, serta komunitas sepeda yang berkembang cukup aktif.

“Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan akademik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas internasional,” demikian disampaikan panitia dalam agenda resmi kegiatan.

Selama dua hari sesi akademik, peserta akan mempresentasikan berbagai hasil penelitian terkait sejarah dan perkembangan sepeda di berbagai negara. Topik yang dibahas mencakup aspek teknologi, budaya urban, mobilitas berkelanjutan, hingga hubungan sepeda dengan identitas sosial masyarakat.

Sejumlah akademisi internasional dijadwalkan hadir sebagai pembicara, di antaranya Prof. Glen Norcliffe dari Kanada yang membahas evolusi sepeda bambu, serta peneliti dari Belanda, Latvia, Kolombia, hingga Indonesia yang mengangkat tema sejarah sepeda dan budaya mobilitas modern.

Dari Indonesia, sejumlah peneliti turut mempresentasikan kajian mengenai perkembangan budaya bersepeda di perkotaan, penggunaan sepeda listrik, hingga dinamika komunitas sepeda dalam konteks sosial dan lingkungan perkotaan.

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah kajian mengenai “Cycling Culture in Muslim Community” yang membahas praktik budaya bersepeda dalam perspektif kehidupan masyarakat Muslim. Selain itu, terdapat pula pembahasan tentang proyek “Cycling Together” yang mengangkat isu keberlanjutan dan inklusivitas transportasi ramah lingkungan.

Konferensi juga menghadirkan workshop pembuatan sepeda bambu dan diskusi mengenai transformasi budaya sepeda di Indonesia dari masa ke masa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya transportasi berkelanjutan di tengah tantangan urbanisasi modern.

Pada sesi plenary yang berlangsung 20 Mei 2026, konferensi akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, beberapa duta besar negara sahabat juga dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker dalam forum internasional tersebut.

Panitia berharap penyelenggaraan ICHC 2026 dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari jaringan global pengembangan budaya sepeda dan mobilitas berkelanjutan. Kehadiran peserta dari berbagai negara juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan pariwisata, serta pertukaran budaya antarnegara.

Selain kegiatan akademik, peserta konferensi akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi budaya di Jawa Tengah, termasuk kawasan Candi Prambanan. Agenda tersebut dirancang untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada komunitas internasional sekaligus memperkuat pengalaman budaya peserta selama berada di Indonesia.

Konferensi internasional ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperluas diskusi mengenai masa depan transportasi ramah lingkungan berbasis sejarah dan budaya masyarakat. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu keberlanjutan, sepeda kembali dipandang sebagai simbol mobilitas sehat, inklusif, dan berwawasan lingkungan.

Kutipan Utama

“ICHC 2026 menjadi ruang kolaborasi internasional untuk membahas sejarah, budaya, dan masa depan transportasi berkelanjutan melalui perspektif sepeda.”

Penutup

Penyelenggaraan The 35th International Cycling History Conference di Klaten menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah forum akademik internasional yang menghubungkan ilmu pengetahuan, budaya, dan isu keberlanjutan global. Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi baru dalam mendorong pengembangan transportasi ramah lingkungan berbasis budaya dan sejarah masyarakat dunia. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x