x

banner 300250

Survei Awal KKN Akhlakul Karimah Berdampak Dimulai, Mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu Petakan Potensi Pekon Madaraya

3 minutes reading
Saturday, 25 Jul 2026 13:42 101 Amin

PRINGSEWU – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) memulai tahapan awal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Akhlakul Karimah Berdampak Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan survei dan observasi lapangan di Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi berbagai persoalan, serta menghimpun data sebagai dasar penyusunan program kerja KKN yang selaras dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

Survei awal dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I. dan Dawam Ashidiqie, M.Pd., bersama perwakilan mahasiswa peserta KKN. Tahapan ini merupakan bagian dari proses persiapan sebelum seluruh peserta diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Setibanya di Pekon Madaraya, rombongan disambut oleh aparatur pekon, Norudin, yang mewakili Kepala Pekon Madaraya, Haryadi, karena sedang melaksanakan tugas lain. Dalam kesempatan tersebut, Norudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Aisyah Pringsewu yang kembali menjadikan Pekon Madaraya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu. Semoga berbagai program yang nantinya dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta mendukung pembangunan dan pemberdayaan di Pekon Madaraya," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tim dosen pembimbing bersama mahasiswa melakukan observasi lapangan, berdialog dengan aparatur pekon, serta mengidentifikasi potensi sumber daya, kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sebagai bahan penyusunan program kerja yang berbasis pada kondisi riil di lapangan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I., mengatakan survei awal merupakan tahapan penting untuk memastikan setiap program KKN dirancang berdasarkan hasil identifikasi yang akurat sehingga mampu menjawab kebutuhan di lokasi pengabdian.

"Program KKN harus disusun berdasarkan hasil identifikasi lapangan. Melalui survei ini, mahasiswa belajar mengenali potensi sekaligus berbagai tantangan yang ada sehingga program yang dirancang tidak bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Pekon Madaraya, Sahrul Sidiq, mengatakan kegiatan survei memberikan pemahaman awal mengenai karakteristik wilayah yang akan menjadi lokasi pengabdian. Bersama 20 mahasiswa peserta KKN, hasil observasi akan menjadi acuan dalam menyusun program kerja yang relevan dan dapat diimplementasikan selama pelaksanaan KKN.

"Melalui survei ini kami memperoleh gambaran mengenai kondisi Pekon Madaraya, mulai dari potensi yang dapat dikembangkan hingga berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas. Hasil observasi akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan pekon. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN Universitas Aisyah Pringsewu dapat menjadi mitra pemerintah pekon dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan," ujar Sahrul.

Hasil survei dan observasi lapangan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja KKN Akhlakul Karimah Berdampak Tahun Akademik 2026/2027. Melalui pendekatan berbasis potensi dan kebutuhan lokal, Universitas Aisyah Pringsewu berharap pelaksanaan KKN mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pekon Madaraya sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menguatkan kolaborasi, serta mengamalkan nilai-nilai Akhlakul Karimah dalam kehidupan bermasyarakat. (*na)


No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x