x

banner 300250

Mahasiswa Internasional Unsoed Perkuat Literasi ASEAN di Sekolah melalui Kolaborasi Pengabdian Masyarakat bersama UI dan Kementerian Luar Negeri RI

4 minutes reading
Sunday, 14 Jun 2026 19:46 26 Amin

PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat perannya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Literasi ASEAN, hasil kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Program yang berlangsung pada 9–12 Juni 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ASEAN sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas regional Asia Tenggara atau we feeling ASEAN. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran siswa bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat ASEAN yang saling terhubung dan berkembang bersama.

Tim pengabdian dari Unsoed dipimpin oleh Dr. Elpeni Fitrah, sementara tim dari Universitas Indonesia diketuai oleh Yuni S. Intarti, M.Si. Adapun Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia diwakili oleh Berhan A. Muqtadir, S.H., LL.M. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia melalui hibah World Class University EQUITY Inbound Scheme 2025–2026 serta mendapat dukungan dari ASEAN Study Center FISIP UI.

Salah satu keunikan program ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa internasional Unsoed yang berasal dari berbagai negara. Sebanyak sembilan mahasiswa internasional turut berpartisipasi, yaitu Josep Mamvura (Zimbabwe), Quach Phan Nhat Quynh (Vietnam), Dorothea Clement Lymba (Tanzania), Aqsa Khan (Pakistan), Naledi Sebalo (Botswana), Fahmisabila Doloh (Thailand), Matiullah Mansoor (Afghanistan), Mariama Abdulai (Ghana), dan Avazzoda Sadii (Tajikistan).

Selama empat hari pelaksanaan, tim mengunjungi lima sekolah di wilayah Purwokerto, yakni SMA Negeri 2 Purwokerto, SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah, SMK Telkom Purwokerto, SMP Karanglewas, dan SD IT Al Irsyad 02. Di setiap sekolah, para siswa diajak mengenal ASEAN melalui berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan partisipatif, seperti permainan edukatif, kuis, puzzle, diskusi interaktif, hingga kegiatan bernyanyi bersama.

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa karena materi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga dikemas secara menarik dan mudah dipahami. Kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda, karena para siswa dapat berinteraksi langsung dengan peserta dari berbagai negara dan budaya.

Ketua Tim Pengabdian dari Unsoed, Dr. Elpeni Fitrah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun pemahaman yang lebih dekat tentang ASEAN di kalangan pelajar sejak usia dini.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan ASEAN kepada para siswa sekaligus membangkitkan kesadaran bahwa mereka memiliki rumah besar bersama yang bernama ASEAN. Harapannya, sejak dini mereka tumbuh dengan rasa memiliki dan kepedulian terhadap kawasan ini," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim dari Universitas Indonesia, Yuni S. Intarti, M.Si., menegaskan bahwa program Literasi ASEAN tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai organisasi regional tersebut, tetapi juga pada pembentukan identitas dan kesadaran kolektif generasi muda sebagai bagian dari komunitas ASEAN.

"Literasi ASEAN di lima sekolah ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan apa itu ASEAN, tetapi juga menumbuhkan we feeling ASEAN pada generasi muda Indonesia, sehingga mereka memiliki kesadaran sebagai bagian dari komunitas regional yang saling terhubung," jelasnya.

Sementara itu, Fahmisabila Doloh, mahasiswa internasional asal Thailand yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berinteraksi dengan para siswa di Purwokerto.

"Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuka wawasan, bukan hanya bagi para siswa tetapi juga bagi kami sebagai mahasiswa internasional. Kami dapat menjalin persahabatan dengan para pelajar di Purwokerto sambil belajar bersama melalui berbagai aktivitas yang menarik, seperti permainan edukatif, puzzle, bernyanyi, dan kegiatan interaktif lainnya," ungkapnya.

Keterlibatan mahasiswa internasional dalam program ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya dan pertukaran pengalaman lintas negara. Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata tentang keberagaman global sekaligus memperkuat nilai toleransi, kolaborasi, dan saling pengertian di kalangan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Universitas Jenderal Soedirman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Kolaborasi antara Unsoed, UI, dan Kementerian Luar Negeri RI menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan global, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Program Literasi ASEAN diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya memahami identitas nasionalnya, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai warga komunitas ASEAN yang siap berkontribusi dalam pembangunan kawasan dan dunia. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x