Foto : unsoed.ac.id CILACAP – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam mendukung implementasi Program Insentif Cerdas Menuju Nol Sampah Plastik (Zero Plastic Waste) di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap. Komitmen tersebut disampaikan melalui Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Mekanisme Insentif Cerdas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap di Aula Bappeda Kabupaten Cilacap, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan mekanisme insentif yang mampu mendorong pengurangan sampah plastik melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memperkuat peran bank sampah, mendorong partisipasi dunia usaha, serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan, dan Perekonomian Bappeda Kabupaten Cilacap, Iwan Hasan Ma’arif, S.Pi., M.M., mengungkapkan bahwa persoalan persampahan masih menjadi tantangan serius di wilayahnya. Menurutnya, sejumlah kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan cakupan layanan persampahan, minimnya infrastruktur pendukung, serta rendahnya motivasi masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah.
“Masih banyak masyarakat yang memandang sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, bukan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Project Manager SOLUSI–IKI–SNV, Audrie J. Siahainenia, Ph.D., menjelaskan bahwa Program Insentif Cerdas mengedepankan pendekatan berbasis penghargaan dan partisipasi untuk memperkuat praktik 3R di tingkat masyarakat.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, bank sampah, komunitas lokal, hingga mitra strategis lainnya. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, tim Perupadata memaparkan berbagai rencana kegiatan yang akan diimplementasikan sebagai bagian dari program percontohan di Kabupaten Cilacap. Inisiatif tersebut meliputi coaching clinic pencatatan digital bagi bank sampah, pengembangan dashboard digital pengelolaan sampah, produksi konten edukasi, penguatan Forum Corporate Social Responsibility (CSR), kompetisi video bertema 3R, program penukaran sampah plastik dengan bahan bakar, hingga pengembangan smart dropbox di sejumlah lokasi strategis.
Mewakili Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed, Dr. Asro Nurhabib, S.Pi., M.P., menyambut positif program tersebut dan menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk mengambil peran aktif dalam implementasi maupun pengembangannya.
“Program Insentif Cerdas memiliki relevansi yang sangat kuat dalam upaya mengurangi kebocoran sampah plastik ke sungai, wilayah pesisir, dan laut. Unsoed siap berkontribusi melalui kajian ilmiah, edukasi masyarakat, pendampingan teknis, pengembangan inovasi, serta pemantauan lingkungan guna mendukung keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Menurut Dr. Asro, persoalan sampah plastik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan daratan, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem perairan dan keanekaragaman hayati. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari sungai dan bermuara ke laut, sehingga memengaruhi kualitas lingkungan pesisir serta kehidupan biota laut.
Oleh karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting dalam memperkuat basis data ilmiah, menghasilkan inovasi pengelolaan sampah, serta menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang dapat mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kolaborasi yang kuat, kami berharap dapat menghadirkan model pengelolaan sampah yang inovatif, adaptif, dan dapat direplikasi di berbagai daerah,” tambahnya.
Melalui FGD ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dalam mewujudkan tata kelola sampah plastik yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program Insentif Cerdas diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung target pengurangan sampah plastik, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut.
Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi, Program Insentif Cerdas diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah yang dibuang menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis. Kolaborasi multipihak ini sekaligus menjadi upaya nyata menuju terwujudnya pesisir Cilacap yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran sampah plastik. (*na)
No Comments