PRINGSEWU, Peran ayah dalam pengasuhan anak menjadi salah satu kunci penting tumbuh kembang optimal anak. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Lathief Syaifussalam, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), saat memberikan materi dalam kegiatan Akselerasi Capaian Program Quick Win dan Program Strategis Bidang KSPK BKKBN Tahun 2025 yang digelar di Ballroom, Golden Tulip Springhill, Lampung, Selasa (16/9/2025).

Muhammad Lathief Syaifussalam, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Universitas Aisyah Pringsewu (UAP)
Dalam paparannya yang bertajuk “Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan: Kunci Tumbuh Kembang Anak yang Optimal”, Lathief menekankan bahwa kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis, sosial, hingga akademik anak. Ia mengutip berbagai studi yang menunjukkan bahwa ketidakhadiran sosok ayah (fatherless) dapat berdampak serius, mulai dari menurunnya motivasi belajar, munculnya masalah perilaku, hingga meningkatnya risiko depresi pada remaja.
“Ayah bukan hanya lambang keberanian, tetapi juga simbol cinta dan kasih sayang. Anak membutuhkan figur ayah yang aktif hadir, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai teladan, teman bermain, dan sumber rasa aman,” ujar Lathief.
Ia juga menyoroti fenomena “fatherless” di Indonesia yang menurut UNICEF dialami oleh sekitar 20 persen anak. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti perceraian, meninggalnya ayah, hingga minimnya keterlibatan emosional dalam keluarga.
Dalam sesi interaktif, Lathief mengajak peserta untuk merefleksikan sejauh mana komunikasi mereka dengan anak, serta menekankan pentingnya pola co-parenting dan gentle parenting sebagai bagian dari pengasuhan modern.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BKKBN dalam memperkuat program Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK), dengan menempatkan keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. (*na)
No Comments