MEDAN – Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyelenggaraan The 8th IEEE International Conference on Computer Science and Information Technology (ICOSNIKOM 2026). Konferensi internasional bergengsi tersebut secara resmi membuka Call for Papers bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Mengusung tema “Living the Future with Advanced AI Technology”, ICOSNIKOM 2026 akan diselenggarakan pada 24–25 September 2026 di Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara. Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk berbagi hasil penelitian, bertukar gagasan inovatif, serta memperkuat kolaborasi internasional di bidang ilmu komputer dan teknologi informasi.
Seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, dan teknologi berbasis data, ICOSNIKOM 2026 hadir sebagai forum ilmiah yang membahas berbagai isu dan inovasi terkini yang berpotensi membentuk masa depan dunia digital. Para peserta akan memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, menjalin jejaring akademik global, serta berdiskusi dengan para pakar dari berbagai institusi terkemuka dunia.
Konferensi tahun ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional yang memiliki reputasi kuat di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Mereka antara lain Dr. Saiyed Umer dari Aliah University, India; Prof. Dr. Andry Alamsyah, S.Si., M.Sc. dari Telkom University, Indonesia; Prof. Dr. Putra Sumari dari Universiti Sains Malaysia; serta Dr. Chutiporn Anutariya dari Asian Institute of Technology, Thailand.
Panitia membuka kesempatan pengiriman artikel ilmiah pada berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan teknologi digital, meliputi Artificial Intelligence, Data and Analytics, Cybersecurity, Networks and Communication, serta Information Systems and Software Engineering.
Bidang Artificial Intelligence mencakup topik seperti machine learning, deep learning, computer vision, multimedia, dan natural language processing. Sementara itu, bidang Data and Analytics meliputi data mining, big data, decision support systems, serta information retrieval and knowledge systems. Pada bidang Cybersecurity, fokus kajian mencakup keamanan jaringan dan cloud, privasi dan perlindungan data, digital forensik, hingga teknologi blockchain.
Selain itu, konferensi juga menerima artikel pada bidang Networks and Communication yang mencakup wireless and mobile networks, Internet of Things (IoT), embedded systems, hingga peer-to-peer networking. Adapun bidang Information Systems and Software Engineering meliputi rekayasa perangkat lunak, sistem informasi, transformasi digital, interaksi manusia dan komputer, serta smart contracts.
Sebagai konferensi yang didukung oleh IEEE, ICOSNIKOM 2026 memberikan peluang publikasi yang menarik bagi para peneliti. Seluruh makalah yang diterima akan berkesempatan dipublikasikan pada IEEE Xplore, dengan tetap memenuhi standar kualitas, ruang lingkup, serta persyaratan yang ditetapkan oleh IEEE.
Panitia menetapkan 29 Juni 2026 sebagai batas akhir pengumpulan naskah. Selanjutnya, proses registrasi penulis dan pengumpulan naskah final (camera-ready paper) dijadwalkan hingga 30 Agustus 2026, sebelum konferensi dilaksanakan pada 24–25 September 2026.
Penyelenggaraan ICOSNIKOM 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi riset internasional yang berkontribusi pada pengembangan teknologi masa depan. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Prima Indonesia dalam memperkuat ekosistem penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring akademik global.
Para peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang berminat dapat mengirimkan artikel melalui platform EDAS di https://edas.info/35137. Informasi lebih lanjut mengenai konferensi dapat diakses melalui laman resmi https://icosnikom.unprimdn.ac.id/.
Dengan menghadirkan para pakar internasional dan fokus pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan, ICOSNIKOM 2026 diharapkan menjadi salah satu forum ilmiah penting yang mampu mempertemukan gagasan, inovasi, dan solusi teknologi untuk menjawab tantangan global di era digital. (*na)
No Comments