x

banner 300250

Unlock Global Insights in Pharmaceutical Research, Fakultas Farmasi UI Hadirkan Profesor Seoul National University dalam UI Insight 2026

4 minutes reading
Thursday, 11 Jun 2026 20:47 24 Amin

Depok, Juni 2026 – Komitmen dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan memperluas jejaring riset global terus dilakukan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI). Melalui program UI Insight 2026, FFUI menghadirkan akademisi dan peneliti terkemuka dari Seoul National University, Korea Selatan, Prof. Seung Joon Baek, Ph.D., dalam rangkaian kuliah tamu internasional dan workshop yang akan berlangsung pada 15–19 Juni 2026.

Program akademik tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus mempertemukan sivitas akademika Indonesia dengan perkembangan mutakhir di bidang ilmu biomedis, penelitian kanker, kesehatan metabolik, serta bioinformatika yang saat ini berkembang pesat di tingkat global.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia menegaskan bahwa penyelenggaraan UI Insight 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FFUI dalam menghadirkan atmosfer akademik bertaraf internasional serta memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian dunia.

Kehadiran Prof. Seung Joon Baek dari Seoul National University dinilai memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi kesehatan untuk memperoleh wawasan langsung dari pakar yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang farmasi dan ilmu biomedis.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti tiga sesi kuliah tamu dan satu sesi workshop yang mengangkat berbagai topik strategis dan relevan dengan tantangan kesehatan masa kini.

Kuliah tamu pertama yang dijadwalkan pada 15 Juni 2026 mengangkat tema “Biomedical Applications of Cold Atmospheric Plasma”, yang membahas potensi pemanfaatan plasma atmosfer dingin dalam berbagai aplikasi biomedis. Teknologi tersebut saat ini menjadi salah satu bidang penelitian yang berkembang pesat karena memiliki peluang besar dalam mendukung terapi dan inovasi kesehatan modern.

Selanjutnya, pada 17 Juni 2026, Prof. Seung Joon Baek akan menyampaikan materi bertajuk “Phytochemicals Affect Alternative Splicing in Cancer Cells”. Topik ini menyoroti peran senyawa alami atau fitokimia dalam memengaruhi mekanisme molekuler pada sel kanker, yang berpotensi membuka peluang baru dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam.

Pada sesi ketiga yang akan berlangsung pada 18 Juni 2026, peserta akan diajak mendalami tema “The GLP-1 Receptor: A Master Regulator of Metabolic Health”. Pembahasan mengenai reseptor GLP-1 menjadi sangat relevan mengingat meningkatnya perhatian dunia terhadap penyakit metabolik, seperti diabetes dan obesitas, serta berkembangnya berbagai inovasi terapi yang berfokus pada pengaturan metabolisme tubuh.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan workshop bertema “Bioinformatics for Disease–Gene–Drug Analysis” pada 19 Juni 2026. Workshop ini akan memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam memahami pendekatan bioinformatika untuk menganalisis hubungan antara penyakit, gen, dan obat, yang saat ini menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pengobatan presisi (precision medicine).

Pelaksanaan UI Insight 2026 dilakukan secara hybrid guna memberikan akses yang lebih luas kepada peserta. Sivitas akademika Universitas Indonesia dapat mengikuti kegiatan secara luring dengan jumlah tempat terbatas, sementara peserta dari luar UI dapat berpartisipasi secara daring.

Selain memperoleh pengalaman belajar langsung dari akademisi internasional, seluruh peserta juga akan mendapatkan sertifikat elektronik (e-certificate) secara gratis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

Penyelenggaraan UI Insight 2026 mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang semakin berorientasi global. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya riset, serta memperluas kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan inovasi di bidang farmasi dan kesehatan.

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis, kolaborasi lintas negara menjadi faktor penting dalam mempercepat lahirnya berbagai solusi bagi tantangan kesehatan dunia. Oleh karena itu, kehadiran pakar dari Seoul National University melalui UI Insight 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terciptanya kerja sama penelitian yang lebih luas antara Indonesia dan komunitas ilmiah internasional.

Melalui program ini, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia tidak hanya menghadirkan ruang pembelajaran yang berkualitas, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. UI Insight 2026 diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperkuat kapasitas riset nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam peta perkembangan ilmu farmasi dan biomedis dunia.

Bagi masyarakat akademik dan peneliti yang ingin mengikuti kegiatan ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: s.id/GLSNUJune2026. Dengan semangat kolaborasi global, UI Insight 2026 membuka peluang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang akan memberikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan di masa depan. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x