YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Hokkaido University Jepang, Himpunan Kimia Indonesia (HKI), dan Royal Society of Chemistry (RSC) akan menyelenggarakan Green Chemistry Seminar 2026 bertajuk “Driving Innovation for a Sustainable Future”. Kegiatan ini akan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, di Auditorium Herman Johannes, Lantai 7 FMIPA UGM, Yogyakarta.
Seminar internasional tersebut diselenggarakan bersamaan dengan Congress of the Indonesian Chemical Society (ICS) Yogyakarta, serta menjadi forum akademik untuk membahas perkembangan terbaru dalam bidang kimia hijau (green chemistry), katalisis berkelanjutan, dan inovasi teknologi ramah lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam, dan kebutuhan industri yang semakin berorientasi pada keberlanjutan, pendekatan kimia hijau menjadi salah satu solusi strategis yang terus berkembang di berbagai negara. Melalui seminar ini, para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi akan memperoleh wawasan mengenai riset mutakhir dan peluang kolaborasi internasional di bidang tersebut.
Kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah pakar terkemuka dari Indonesia dan Jepang. Dari Universitas Gadjah Mada, hadir Prof. Sri Juari Santosa yang akan membawakan materi mengenai pengembangan senyawa zinc layered hydroxide berbasis pelarut minim untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi zat pewarna. Selain itu, Dr. Muhammad Idham Darussalam Mardjan akan memaparkan strategi sintesis berkelanjutan melalui pendekatan one-pot reaction dalam pengembangan senyawa bioaktif.
Dari Hokkaido University Jepang, seminar akan menghadirkan Prof. Yuichi Kamiya, yang akan membahas peran kimia katalitik dalam mendukung siklus nitrogen berkelanjutan, serta Associate Professor Ryoichi Otomo, yang akan mempresentasikan hasil penelitian mengenai pengembangan material titanium suboksida sebagai pendukung katalis yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menurut panitia penyelenggara, kehadiran para peneliti dari dua negara tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu kimia yang berorientasi pada solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan dan energi.
Selain sesi seminar ilmiah, rangkaian kegiatan juga mencakup Kongres Himpunan Kimia Indonesia (ICS Congress), kompetisi poster ilmiah, serta lomba esai yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mempresentasikan gagasan inovatif terkait kimia berkelanjutan dan pembangunan hijau.
Peserta yang mengikuti kegiatan akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain sertifikat, akses terhadap materi ilmiah terkini, kesempatan memperluas jejaring akademik dan profesional, serta fasilitas makan siang dan coffee break yang telah disediakan panitia.
Panitia membuka pendaftaran hingga 2 Juli 2026 dengan biaya registrasi sebesar Rp100.000 untuk mahasiswa UGM dan Rp150.000 untuk peserta umum. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi industri, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap pengembangan ilmu kimia dan teknologi berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Green Chemistry Seminar 2026, UGM berharap dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan pencapaian tujuan pembangunan global (Sustainable Development Goals/SDGs). (*na)
Green Chemistry Seminar 2026
Tema: Driving Innovation for a Sustainable Future
๐
Tanggal: Senin, 6 Juli 2026
๐ข Waktu: 07.30–14.30 WIB
๐ Tempat: Auditorium Herman Johannes, Lantai 7 FMIPA UGM, Yogyakarta
๐ Mahasiswa UGM: Rp100.000
๐ Umum: Rp150.000
๐ https://bit.ly/RSCEventChemistUGM
๐ +62 89-8424-7794 (KMPK FMIPA UGM)
No Comments