x

banner 300250

Hilirisasi Riset Pangan Lokal, Unsoed Perkenalkan Empat Inovasi Berbasis Singkong dan Durian

4 minutes reading
Tuesday, 21 Jul 2026 20:08 9 Amin

PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat hilirisasi hasil riset melalui pengembangan produk pangan fungsional berbasis komoditas lokal. Sebanyak empat inovasi baru berbahan dasar singkong dan durian diperkenalkan kepada publik sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan hasil penelitian menjadi produk yang siap diproduksi secara massal dan memiliki nilai ekonomi.

Empat inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Uji Produk Pangan Fungsional Berbasis Komoditas Lokal Unggulan yang diselenggarakan oleh Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed di Oemah Daun, Purwokerto Selatan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 125 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mahasiswa Unsoed, serta perwakilan LPPM AMIKOM Purwokerto.

Koordinator Puskor IHSP LPPM Unsoed, Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si., mengatakan pengembangan inovasi pangan tersebut berangkat dari potensi komoditas lokal yang melimpah serta kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang sehat, bernilai tambah, dan memiliki daya saing.

"Kami terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi," ujarnya.

Empat Produk Inovasi

Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti memperkenalkan empat produk inovasi, yaitu beras analog mocaf, sereal mocaf, selai durian, dan strudel durian.

Menurut Santi, penelitian mengenai Modified Cassava Flour (mocaf) atau tepung singkong termodifikasi telah dikembangkan sejak 2015 sebagai alternatif pengganti tepung terigu berbasis komoditas lokal. Hasil pengembangan tersebut kemudian melahirkan berbagai produk pangan yang lebih beragam.

Beras analog mocaf diproduksi menggunakan teknologi ekstrusi sehingga menghasilkan butiran menyerupai beras yang dapat dimasak dalam waktu sekitar 10 menit. Produk tersebut menghasilkan nasi singkong dengan tekstur dan tampilan yang mendekati nasi pada umumnya.

Sementara itu, sereal mocaf dikembangkan melalui proses ekstrusi dengan pengaturan suhu, tekanan, dan kecepatan tertentu sehingga menghasilkan puffed cereal sebagai alternatif sumber karbohidrat.

"Kami menambahkan susu skim dan konsentrat protein kedelai sehingga kandungan gizinya meningkat. Produk ini memiliki kandungan serat pangan yang tinggi, rendah gula, dan tetap kaya protein," jelasnya.

Selain berbasis singkong, tim peneliti juga mengembangkan diversifikasi produk olahan durian lokal berupa selai dan strudel. Selai durian tersedia dalam tiga formulasi dengan tambahan labu siam, kolang-kaling, dan gula stevia sehingga memiliki kandungan serat pangan, vitamin C, serta antioksidan yang lebih tinggi dengan kadar gula yang lebih rendah.

Dorong Hilirisasi dan Komersialisasi Riset

Sekretaris LPPM Unsoed, Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.Hum., yang mewakili Ketua LPPM Unsoed, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Inovasi pangan berbasis komoditas lokal menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam memperkuat hilirisasi hasil riset sehingga dapat diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun dunia industri," katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan inovasi tersebut sejalan dengan visi Unsoed sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal. Program tersebut juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya melalui penguatan kemitraan dengan dunia usaha, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, serta peningkatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.

Selain itu, inovasi pangan berbasis komoditas lokal dinilai berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek ketahanan pangan, kesehatan, inovasi, dan kemitraan sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Seluruh produk dikembangkan melalui pendanaan riset Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ke depan, produk-produk tersebut akan diproduksi dan dipasarkan bersama sejumlah mitra industri, yakni PT HDN Jakarta, PT Wijaya Food Banyumas, UD Usaha Mandiri Banjarnegara, dan UD Cahaya Bulan Banyumas. Proses penelitian juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari tugas akhir dan penguatan pembelajaran berbasis riset.

Mendapat Respons Positif

Pada kegiatan tersebut, peserta mengikuti uji organoleptik untuk menilai cita rasa, aroma, tekstur, dan tingkat penerimaan terhadap keempat produk inovasi.

Hasil pengujian menunjukkan produk-produk tersebut memperoleh respons positif. Sebagian besar peserta menilai inovasi yang dikembangkan memiliki tingkat kebaruan tinggi, belum banyak tersedia di pasaran, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk komersial.

Salah seorang pelaku UMKM asal Kecamatan Cilongok, Banyumas, Suryati, mengaku pendampingan yang dilakukan tim peneliti Unsoed membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

"Kehadiran tim Unsoed di desa kami membuka peluang usaha baru. Masyarakat ikut terlibat dalam proses produksi hingga pengemasan sehingga memberikan tambahan penghasilan," ujarnya.

Melalui pengembangan inovasi berbasis komoditas lokal ini, Unsoed berharap hasil penelitian tidak hanya memperkuat publikasi akademik, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk pertanian, mendorong pemberdayaan masyarakat dan UMKM, mempercepat hilirisasi riset, serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x