Purbalingga, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks. Arah kebijakan pangan yang memihak terhadap kepentingan rakyat dan kedaulatan nasional menjadi salah satu titah Presiden. Dalam waktu maksimal 5 tahun Indonesia diharapkan mampu swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia. Guna mewujudkan program ini, desa diharapkan mampu menjadi pilar ketahanan pangan nasional dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan kualitas SDM desa. Langkah ini diharapkan memperkuat pondasi menuju Indonesia emas 2045.
Guna mendukung program pemerintah tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman yang diketuai oleh Dr. Puji Lestari telah melaksanakan kegiatan PKM pada usaha jamur Kelompok Berkah Nurmushroom melalui pendanaan Program Kemitraan Masyarakat DPPM Kemendikbudristek RI. Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan ketahanan pangan Desa Mulyasari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Prof. Dr. Nuraeni Ekowati sebagai ahli budidaya jamur menyampaikan bahwa jamur pangan atau edible mushroom merupakan bahan pangan bergizi tinggi yang memiliki berbagai senyawa bioaktif dan berguna untuk kesehatan, diantaranya antimikroba, antioksidan, antikanker, antidiabetes, antivirus dan immunomodulator, sangat cocok dikonsumsi karena dapat meningkatkan immunitas tubuh. Kegiatan PKM dilakukan dengan diseminasi informasi dan pelatihan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), tata kelola kumbung yang baik, diseminasi informasi, alih teknologi dan pemberian bantuan kepemilikan serta bantuan peralatan medium tanam Jamur Tiram Putih, serta diseminasi informasi dan alih teknologi mengatasi hama tanaman. Kegiatan serah terima bantuan telah dilaksanakan pada hari Ahad, 21 September 2025.
Nurkustanto, ketua kelompok Berkah Nurmushroom menyampaikan permintaan akan produk jamur di Kecamatan Majenang dan sekitarnya sangat besar, yaitu rata-rata 2 kw perhari dan baru terpenuhi maksimal 120 kg per hari yang berasal dari UKM jamur di Kecamatan Majenang. Anggota kelompok Berkah Nurmushroom rata-rata menghasilkan jamur 2 sampai 7 kg per hari. Disamping pasar Majenang juga terbuka lebar pasar di daerah lain yang rata-rata kekurangan pasokan. Monica Rosiana,S.E.,M.Si anggota Tim PKM dari Fakultas Bisnis Universitas Jenderal Soedirman menyampaikan bahwa Jamur tiram tidak hanya penting untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, namun juga mempunyai prospek bisnis yang bagus jika ditekuni sebagai usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Prof. Dr. Sri Lestari selaku penghubung Tim PKM dengan kelompok menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan pada UKM jamur yang dilakukan oleh dosen UNSOED tidak hanya di Kecamatan Majenang, namun juga di Kecamatan Winduaji, sehingga menjadikan UNSOED benar-benar berdampak bagi Masyarakat sekitar. Nurkustanto, mewakili kelompok Berkah Nurmushroom menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek RI) dan Universitas Jenderal Soedirman atas pelaksanaan kegiatan PKM ini. (*na)
No Comments