x

banner 300250

IndoCEISS Gelar Webinar Road to Rakornas untuk Perkuat Kolaborasi Riset Berdampak

3 minutes reading
Sunday, 10 May 2026 11:29 33 Amin

EDUTECHID.COM – IndoCEISS kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem penelitian nasional melalui kegiatan Webinar Road to Rakornas IndoCEISS yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema besar mengenai kolaborasi riset sebagai strategi dalam menghasilkan penelitian unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat maupun industri.

Webinar yang berlangsung melalui platform Zoom tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar penelitian nasional, di antaranya Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Umum IndoCEISS, Prof. Drs. Agus Harjoko, M.Sc., Ph.D. Guru Besar DIKE Universitas Gadjah Mada, serta Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. Dekan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kegiatan dipandu oleh Dr. Muchammad Naseer, S.Kom., M.T., Ketua IndoCEISS Jawa Barat sekaligus Rektor Universitas Teknologi Bandung.

Dalam sambutannya, Prof. Sri Hartati menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menuntut adanya sinergi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas sektor dalam menghasilkan penelitian berkualitas. Menurutnya, riset tidak lagi dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Melalui sinergi pengetahuan dan pengalaman, kita dapat menghasilkan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ungkap Prof. Sri Hartati. 

Kegiatan webinar ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Rakornas IndoCEISS 2026 yang akan dilaksanakan pada 10–11 Juli 2026 di Malang. Selain menjadi ruang berbagi wawasan dan pengalaman, webinar juga diarahkan untuk membuka peluang kerja sama penelitian antaranggota IndoCEISS maupun antarperguruan tinggi di Indonesia.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Agus Harjoko menjelaskan berbagai skema hibah penelitian yang tersedia melalui pendanaan DIKTI dan BIMA, mulai dari penelitian dasar, penelitian terapan, hingga program strategis seperti Riset Kolaborasi Unggulan Berdampak (RIKUB). Ia menekankan bahwa peluang memperoleh pendanaan penelitian berskala besar akan semakin terbuka apabila dilakukan melalui kolaborasi antarinstitusi.

“Penelitian bersama membuka peluang yang lebih besar, baik dalam pendanaan, publikasi ilmiah, maupun pengembangan hak kekayaan intelektual. Kunci awalnya adalah membangun komunikasi dan menemukan topik penelitian yang dapat dikembangkan bersama,” jelas Prof. Agus Harjoko. 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penelitian kolaboratif mampu memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta memperkuat hilirisasi hasil riset agar lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan industri maupun masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Kusrini dalam paparannya menyoroti pentingnya budaya kolaboratif dalam dunia akademik modern. Ia menyampaikan bahwa tren penelitian global saat ini menuntut adanya kerja tim dan sinergi multidisiplin, termasuk dalam publikasi ilmiah dan pengembangan karier akademik dosen.

“Penelitian saat ini tidak cukup dilakukan sendiri. Publikasi bereputasi, hibah penelitian, hingga pengembangan jabatan akademik sangat membutuhkan kolaborasi. Oleh karena itu, membangun jejaring riset menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujar Prof. Kusrini. 

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum Rakornas IndoCEISS sebagai wadah strategis dalam membangun kelompok riset, menyusun proposal kolaboratif, dan memperkuat sinergi antarpeneliti dari berbagai daerah di Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Webinar diikuti oleh dosen, peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi yang aktif berdiskusi mengenai peluang hibah, strategi publikasi, hingga model penelitian kolaboratif yang berorientasi pada dampak nyata.

Selain memperoleh materi dan e-certificate, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti agenda penandatanganan MoU kolaborasi riset pada Rakornas IndoCEISS mendatang, serta peluang pendampingan penyusunan proposal penelitian dan insentif penulisan proposal dari IndoCEISS.

Melalui kegiatan ini, IndoCEISS berharap dapat terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat budaya riset kolaboratif, meningkatkan kualitas penelitian nasional, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut guna mendukung terciptanya ekosistem penelitian yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia.  (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x