x

banner 300250

Mahasiswa KKN Kelompok 54 Dorong Terwujudnya Desa Sejahtera di Pekon Kediri Dusun 3

2 minutes reading
Tuesday, 20 Jan 2026 10:21 153 Amin

Pekon Kediri — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 54 melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Pekon Kediri Dusun 3 dengan mengusung pendekatan kolaborasi multidisiplin sebagai upaya mendukung terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Kegiatan KKN ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yakni S1 Rekayasa Perangkat Lunak, S1 Farmasi, dan S1 Keperawatan. Kelompok 54 terdiri dari mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lukman Alfariz dan Dimas; Program Studi S1 Farmasi Vina Akmalia, Niken Yulia Fantika, dan Sevira Filensa; serta Program Studi S1 Keperawatan Iin Triana, Seli Oktaviana, dan Abelian Saputri.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, peningkatan kesadaran kesehatan, serta penguatan partisipasi sosial warga Dusun 3. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan UMKM, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengaktifan kembali budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa berkelanjutan.

Perwakilan Kelompok 54, Lukman Alfariz, menyampaikan bahwa kegiatan KKN menjadi sarana pengabdian sekaligus pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Kami berupaya menghadirkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pekon Kediri Dusun 3. Melalui kolaborasi lintas keilmuan, kami berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi, kesadaran kesehatan, serta partisipasi sosial sebagai langkah awal menuju desa yang sejahtera,” ujar Lukman Alfariz.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 54, Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa kegiatan KKN di Pekon Kediri Dusun 3 telah selaras dengan tujuan pembangunan desa sejahtera.

“Pekon Kediri Dusun 3 memiliki potensi sumber daya manusia dan sosial yang besar. Melalui KKN ini, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya menjalankan program, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan sosial. Inilah esensi desa sejahtera, yaitu masyarakat yang berdaya, sehat, dan mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungannya,” jelas Nur Aminudin.

Ia menambahkan bahwa pendekatan partisipatif yang diterapkan mahasiswa—melalui pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, dan penguatan gotong royong—merupakan strategi penting dalam mendorong perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi media pembelajaran sosial bagi mahasiswa sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat desa. Harapannya, apa yang telah dirintis mahasiswa dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah pekon menuju Pekon Kediri yang semakin sejahtera,” tambahnya.

Pelaksanaan KKN Kelompok 54 di Pekon Kediri Dusun 3 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa serta menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x