x

banner 300250

Petani Jamur Winduaji Perkuat Pengendalian Hama dan Sanitasi Kumbung Berbasis IoT

3 minutes reading
Friday, 21 Aug 2026 13:26 24 enha

WINDUAJI, BREBES – Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto melaksanakan kegiatan pengendalian hama, sanitasi kumbung, dan optimalisasi Internet of Things (IoT) di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang melibatkan Kelompok Tiram Agro Makmur tersebut menjadi bagian dari program “Optimalisasi Ekonomi Desa melalui Pengembangan Pangan Fungsional dan Paket Wisata Berbasis Potensi Lokal di Patuguran, Paguyangan, Jawa Tengah”.

Praktik Langsung di Kumbung Pendampingan dilakukan langsung di kumbung agar peserta dapat mengenali sumber kontaminasi dan organisme pengganggu pada budidaya jamur. Anggota kelompok mempraktikkan pembersihan ruang dan peralatan, pengaturan sirkulasi udara, pemisahan baglog yang rusak atau terkontaminasi, pencatatan kejadian hama, serta penentuan tindakan koreksi. Kelompok juga menyusun jadwal sanitasi harian, mingguan, dan periodik disertai pembagian tanggung jawab pemeriksaan kumbung.

Optimalisasi Teknologi IoT Pada sesi optimalisasi IoT, tim memeriksa panel, sensor, jaringan, aktuator, nozzle, dan pola penyiraman otomatis yang telah diperkenalkan pada program tahun pertama. Peserta berlatih membaca data suhu dan kelembapan, mengatur parameter, menjalankan sistem secara manual maupun otomatis, menangani gangguan sederhana, serta mencatat log operasi. Data lingkungan tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk merespons perubahan kondisi kumbung secara lebih cepat dan tepat.

Integrasi Sanitasi dan IoT Ketua tim pelaksana, Prof. Nuniek Ina Ratnaningtyas, menegaskan bahwa kebersihan kumbung dan pemanfaatan teknologi harus berjalan sebagai satu sistem budidaya. “Sanitasi yang disiplin, pengendalian hama yang tepat, dan penggunaan IoT berbasis data merupakan kunci untuk menjaga mikroklimat kumbung serta menekan risiko kegagalan produksi. Kami berharap anggota kelompok tidak sekadar mampu mengoperasikan alat, tetapi juga memahami data suhu dan kelembapan sebagai dasar pengambilan keputusan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian mitra melalui penerapan standar operasional prosedur, penunjukan operator utama dan cadangan, serta penyusunan jadwal pemeliharaan. Program menargetkan sedikitnya 70 persen anggota menerapkan SOP budidaya dan sanitasi, penggunaan IoT oleh minimal 80 persen operator atau anggota terkait, serta penurunan kejadian hama sekurang-kurangnya 60 persen dibandingkan kondisi awal.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa Kepala Desa Winduaji menyambut baik pendampingan yang dinilai bermanfaat bagi keberlanjutan usaha jamur dan pengembangan eduwisata Jejamuran. “Kegiatan ini membantu petani menjaga kebersihan kumbung, mengurangi baglog yang rusak, menghemat tenaga penyiraman, dan meningkatkan kesiapan kelompok dalam mempertahankan mutu produksi. Produksi yang lebih stabil akan mendukung penyediaan jamur segar, produk olahan, dan atraksi edukasi bagi wisatawan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. “Atas nama Pemerintah Desa Winduaji dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek, LPPM Universitas Jenderal Soedirman, dan LPPM Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang telah mendukung serta mendampingi pelaksanaan program ini. Kami berharap kolaborasi ini terus memperkuat kemandirian kelompok, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Winduaji,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, teknologi IoT tidak berhenti sebagai perangkat terpasang, tetapi diintegrasikan dengan sanitasi, pencatatan, evaluasi, dan pembagian tugas kelompok. Penguatan tersebut diharapkan menjaga kontinuitas produksi jamur sekaligus mendukung rantai nilai desa yang menghubungkan budidaya, pangan fungsional, pemasaran produk lokal, dan paket wisata berbasis potensi Winduaji.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x