x

banner 300250

APTISI Jawa Timur Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di Perguruan Tinggi

3 minutes reading
Friday, 21 Aug 2026 07:58 15 Amin

MALANG – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Timur mendorong penguatan transformasi pembelajaran digital di lingkungan perguruan tinggi melalui Workshop Pengembangan Pembelajaran Digital di Perguruan Tinggi yang digelar pada 19–20 Agustus 2026 di STIKI Malang, Jawa Timur.

Mengusung tema “Transforming Teaching into Digital Learning Experience”, workshop tersebut menjadi ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman bagi para peserta untuk mengembangkan model pembelajaran digital yang aktif, adaptif, kolaboratif, dan bermakna.

Kegiatan menghadirkan sejumlah praktisi dan pakar di bidang teknologi informasi serta pembelajaran digital. Mereka antara lain Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A., Guru Besar Teknologi Informasi; Dr. Ir. Nurul Hidayat, M.Kom., praktisi dan pengembang pembelajaran digital; serta Sugeng Wiyoto, S.Kom., M.Kom., praktisi pembelajaran digital dan teknologi pendidikan. Workshop dipandu Dr. Eva Handriyantini, S.Kom., M.MT.

Materi workshop dirancang dalam rangkaian sesi yang menekankan aspek konseptual sekaligus praktik. Pada hari pertama, peserta mengikuti materi mengenai perancangan dan penerapan kerangka pengembangan pembelajaran digital di perguruan tinggi, pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan pembelajaran digital, serta pengembangan pembelajaran digital yang dilanjutkan dengan tugas mandiri.

Memasuki hari kedua, peserta melanjutkan pengembangan pembelajaran digital melalui sesi lanjutan dan tugas mandiri. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi, presentasi, dan pemilihan peserta terbaik.

Pendekatan workshop tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Peserta diarahkan untuk menghasilkan rancangan atau prototipe pembelajaran digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Setidaknya terdapat 10 komponen yang diarahkan menjadi bagian dari prototipe pembelajaran yang dikembangkan peserta, yakni mata kuliah, topik pembelajaran, digital learning designlearning journey, paket konten digital, aktivitas interaktif, integrasi AI, digital assessment, prototipe, serta rencana implementasi.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran digital tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam proses perkuliahan. Lebih jauh, teknologi diarahkan untuk membangun pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan pendidikan tinggi.

Melalui workshop tersebut, peserta juga memperoleh kesempatan untuk bekerja secara mandiri dan praktis. Setiap peserta diarahkan mengembangkan satu topik mata kuliah dan membawa pulang prototipe pembelajaran digital yang siap digunakan.

APTISI Jawa Timur menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi untuk terus belajar, berbagi, dan berinovasi dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan. Transformasi digital dipandang perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dosen dan pengelola pembelajaran agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan nilai tambah terhadap pengalaman belajar mahasiswa.

Penguatan pembelajaran digital juga menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi kecerdasan artifisial. Pemanfaatan AI dalam pendidikan membuka peluang pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif, tetapi pada saat yang sama membutuhkan kemampuan pendidik dalam merancang proses pembelajaran yang tepat, terarah, dan tetap berorientasi pada capaian pembelajaran.

Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk mempertemukan gagasan, pengalaman praktis, dan inovasi dalam pengembangan pembelajaran digital. Melalui pendekatan yang memadukan materi, praktik, tugas mandiri, evaluasi, dan presentasi, peserta didorong menghasilkan produk pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata.

APTISI Jawa Timur melalui kegiatan tersebut terus mendorong terwujudnya pendidikan tinggi yang mampu merespons perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada kualitas proses pembelajaran. Transformasi dari sekadar aktivitas mengajar menuju pengalaman belajar digital menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan tinggi yang lebih aktif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x