PRINGSEWU — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) di Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, terus mendapat pendampingan dan evaluasi. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, tim KKN mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 13.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memaparkan perkembangan program kerja yang telah dijalankan selama berada di tengah masyarakat. Monev juga digunakan untuk melihat capaian kegiatan, kendala di lapangan, hingga langkah yang perlu disiapkan agar program yang telah dirintis dapat terus memberi manfaat setelah masa KKN berakhir.
Monitoring dilakukan oleh Psiari Kusuma Wardani, S.ST., M.Kes. selaku Pemonev, dengan pendampingan Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I. dan Dawam Ashidiqie, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Sementara itu, pelaksanaan program KKN di Pekon Madaraya dikoordinasikan oleh Sahrul Sidiq selaku ketua tim bersama 19 mahasiswa lainnya.
Dalam monitoring tersebut, Psiari Kusuma Wardani menekankan pentingnya evaluasi untuk melihat bukan hanya sejauh mana program kerja telah dilaksanakan, tetapi juga manfaat dan peluang keberlanjutannya di tengah masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini bukan hanya untuk melihat apakah program kerja sudah terlaksana, tetapi juga untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat. Karena itu, kami melihat capaian program, kendala yang dihadapi, serta peluang keberlanjutan dari setiap kegiatan,” ujar Psiari.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang berhasil dilaksanakan. Program yang dijalankan mahasiswa perlu memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan, bila memungkinkan, dapat terus dikembangkan setelah masa pengabdian berakhir.
“Program yang baik adalah program yang tidak berhenti ketika mahasiswa KKN selesai. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan koordinasi dengan pihak pekon menjadi sangat penting agar program-program yang sudah dirintis dapat terus memberikan manfaat,” katanya.
Sejak awal, mahasiswa KKN Pekon Madaraya menyusun program berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Tim terlebih dahulu melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama aparatur pekon dan masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan, memetakan kebutuhan, serta menentukan program prioritas yang akan dijalankan.
Dari proses tersebut, lahirlah sejumlah program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, sarana masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai akhlakul karimah. Program-program itu juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salah satu kegiatan yang dijalankan mahasiswa adalah pendampingan Posyandu di Dusun Bernung dan Dusun Madaraya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berpartisipasi bersama kader dan masyarakat serta membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan. Program Posyandu tersebut telah dilaksanakan di dua dusun pada 5 dan 6 Agustus 2026.
Di bidang kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi praktik mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar. Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 siswa kelas 4 SD dan menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi.
Pada 27 Agustus 2026, tim KKN turut melaksanakan edukasi gizi seimbang melalui materi Isi Piringku yang diikuti 12 siswa kelas 3 SD. Melalui kegiatan itu, siswa diperkenalkan pada pentingnya makanan bergizi seimbang dan pembagian porsi makanan sehari-hari.
Masih pada hari yang sama, mahasiswa memberikan sosialisasi tentang bullying kepada 11 siswa kelas 6 SD. Siswa memperoleh pemahaman mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta cara mencegah dan menyikapi bullying di lingkungan sekolah.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN terhadap penguatan SDG 3 dan SDG 4, terutama melalui upaya peningkatan pemahaman masyarakat dan anak-anak mengenai kesehatan, pendidikan, gizi, serta lingkungan yang aman.
Di bidang pendidikan, tim KKN juga menjalankan bimbingan belajar digital secara rutin. Berdasarkan laporan kegiatan, program tersebut telah dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan lima peserta dari kalangan siswa kelas 6 SD. Mahasiswa memberikan pendampingan untuk membantu anak-anak memahami materi pembelajaran.
Sementara itu, program Akhlakul Karimah dijalankan melalui pendampingan kegiatan mengaji di TPQ. Mahasiswa membantu santri membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing sekaligus memberikan penguatan mengenai akhlak dan adab.
Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I., mengatakan KKN menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari persoalan yang dihadapi masyarakat.
“KKN memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, mahasiswa harus mampu beradaptasi, membangun komunikasi, dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Nur Aminudin.
Menurutnya, salah satu contoh penerapan pengetahuan mahasiswa dalam kegiatan KKN terlihat melalui program digitalisasi UMKM. Tim KKN memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk membantu promosi dan pemasaran produk masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai produk UMKM di Pekon Madaraya.
Namun, Nur Aminudin menilai pemanfaatan teknologi perlu disertai pendampingan agar masyarakat dapat memahami dan melanjutkan program yang telah dirintis mahasiswa.
“Teknologi dapat menjadi alat yang membantu masyarakat, tetapi keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan dan keterlibatan pengguna. Karena itu, pendampingan dan komunikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program,” tambahnya.
Program digitalisasi UMKM tersebut juga berkaitan dengan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena keberlanjutannya membutuhkan kerja sama antara mahasiswa, pemerintah pekon, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Hal senada disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan Dawam Ashidiqie, M.Pd. Menurutnya, pelaksanaan KKN memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan menjalankan program yang telah disusun.
“Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program yang sudah direncanakan, tetapi juga harus belajar mendengarkan masyarakat. Dari sana, mereka memahami bahwa pengabdian membutuhkan kerja sama, kepedulian, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan,” kata Dawam Ashidiqie.
Ia berharap pengalaman selama KKN dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif.
“Nilai penting dari KKN adalah proses belajar bersama masyarakat. Mahasiswa belajar memahami persoalan di lapangan, sementara masyarakat juga dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan dan energi yang dibawa mahasiswa,” ujarnya.
Di bidang lingkungan dan sarana masyarakat, mahasiswa turut terlibat dalam pembuatan serta peningkatan lapangan voli bersama warga. Program tersebut menghasilkan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan pemuda.
Tim KKN juga melaksanakan pembuatan sarana pembakaran sampah sebagai salah satu upaya membantu mengurangi penumpukan sampah rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan Pekon Madaraya.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya adalah perlunya peningkatan literasi digital masyarakat, keberlanjutan edukasi kesehatan, keterbatasan sarana olahraga, serta pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal. Ketersediaan tempat sampah yang memadai dan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu terus ditangani.
Dalam Monev tersebut, berbagai capaian dan tantangan itu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Tim KKN mendorong penguatan koordinasi antara mahasiswa dengan pemerintah pekon, sekolah, kader, pengurus TPQ, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Untuk program-program yang membutuhkan keberlanjutan, seperti digitalisasi UMKM, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan sarana olahraga, diperlukan pembagian peran dan keterlibatan pihak terkait agar manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Ketua Tim KKN Pekon Madaraya, Sahrul Sidiq, mengatakan seluruh program yang dijalankan timnya berangkat dari hasil komunikasi dan identifikasi kebutuhan bersama masyarakat.
“Sejak awal kami berusaha agar program kerja yang dijalankan tidak hanya menjadi kegiatan selama masa KKN. Kami ingin setiap program memiliki manfaat yang nyata dan, sejauh memungkinkan, dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN selesai,” ujar Sahrul.
Menurutnya, pelaksanaan program di Pekon Madaraya menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi juga belajar beradaptasi dengan kondisi lapangan dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
“Kami bersyukur masyarakat, pemerintah pekon, kader, sekolah, pengurus TPQ, dan pihak lainnya memberikan dukungan terhadap kegiatan kami. Dukungan dan keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam pelaksanaan seluruh program,” katanya.
Sahrul menambahkan, kegiatan Monitoring dan Evaluasi menjadi masukan penting bagi tim untuk melihat kembali capaian program dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Monev ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Masukan dari pemonev dan dosen pembimbing sangat berarti untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu kami tingkatkan. Harapannya, sisa waktu pelaksanaan KKN dapat kami manfaatkan sebaik mungkin untuk menyelesaikan program dan menyiapkan keberlanjutannya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, pelaksanaan KKN Universitas Aisyah Pringsewu di Pekon Madaraya diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan mahasiswa selama masa pengabdian. Lebih dari itu, program yang telah dijalankan diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang terus berkembang antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah pekon, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, program-program yang telah dirintis diharapkan terus memberi manfaat sesuai kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKN, yakni menghadirkan pengabdian yang dekat dengan persoalan masyarakat, memberi manfaat nyata, dan turut mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (*na)
No Comments