PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pengembangan serta diseminasi hasil riset dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kampanye “Unsoed Berdampak, Desa Bergerak” dan program SINAR (Soedirman Nyalakan Asa Rakyat). Melalui program ini, Unsoed mendorong hasil penelitian, inovasi, dan teknologi tepat guna agar tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pangan.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut adalah Eksibisi SINAR yang diselenggarakan di Graha Widyatama Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, pada 3 Desember 2025. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Tim Kampanye Resona Saintek Unsoed dengan dukungan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua Program Kampanye Resona Unsoed, Dr. Dian Bestari Santi Rahayu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mendiseminasikan berbagai teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh akademisi, peneliti, dan inovator Unsoed.
“Melalui Kampanye Unsoed Berdampak, Desa Bergerak, Unsoed terus berupaya membawa ilmu pengetahuan dari laboratorium menuju masyarakat. Kami ingin memastikan sains yang dikembangkan mampu menghadirkan solusi konkret atas permasalahan pangan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Dian, diseminasi hasil riset tidak cukup dilakukan melalui publikasi ilmiah, tetapi perlu dikemas dalam bentuk yang mudah dipahami dan diakses oleh masyarakat. Karena itu, kampanye SINAR dikembangkan melalui berbagai media dan kegiatan yang bersifat edukatif, komunikatif, dan aplikatif.
Rangkaian kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemanfaatan hasil riset sekaligus memperkuat ekosistem inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hingga Juli 2026, kampanye SINAR telah menghasilkan berbagai bentuk diseminasi dan edukasi terkait inovasi ketahanan pangan. Sedikitnya 41 video produk riset unggulan telah dipublikasikan melalui media sosial. Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup talkshow edukasi mengenai ketahanan pangan serta berbagai pelatihan yang melibatkan dosen dan praktisi.
Beragam inovasi yang diperkenalkan melalui kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya Unsoed untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, pengetahuan, dan teknologi hasil penelitian perguruan tinggi. Dengan pendekatan tersebut, hasil riset diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung penguatan sektor pangan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Unsoed, Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan dan publikasi riset yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemanfaatan hasil penelitian. Keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga dinilai dapat menjadi jembatan strategis untuk memperluas diseminasi inovasi sekaligus memperkuat interaksi antara sivitas akademika dan masyarakat.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui mahasiswa KKN menjadi momentum krusial untuk mempercepat diseminasi hasil riset demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” ungkapnya.
Melalui Kampanye SINAR dan gerakan “Unsoed Berdampak, Desa Bergerak”, Unsoed menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang mampu menghadirkan solusi berbasis sains bagi masyarakat.
Ke depan, penguatan diseminasi dan pemanfaatan hasil riset diharapkan dapat terus diperluas melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat. Dengan demikian, inovasi yang lahir dari kampus dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap terwujudnya ketahanan serta kemandirian pangan nasional. (*na)
No Comments