Banyumas, 10 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) "dr. Bumi" Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Advancing Geothermal Energy and Geological Exploration in Banyumas”, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tahunan PETA BUMI UNSOED 2025. Acara ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube HMTG “dr. Bumi” UNSOED.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas potensi besar energi panas bumi di wilayah Banyumas, serta menyoroti peran penting lithium sebagai komponen utama dalam transisi energi hijau. Seminar ini dipandu oleh dua moderator dari kalangan akademisi UNSOED, yakni Dr. Ir. Sachrul Iswahyudi, S.T., M.T. dan Dwi Rachmawati, S.T., M.T.
Tiga narasumber ahli di bidang geotermal dan geokimia dihadirkan dalam seminar ini:
Aditya Yuda Kencana, S.T. – Geokimiawan dan praktisi di PT Geo Dipa Energi, memaparkan materi berjudul “Lithium Extraction Technology from Geothermal Fluids”. Ia menjelaskan teknologi ekstraksi lithium dari fluida panas bumi yang dikelola oleh PT Geo Dipa, yang menggunakan metode pertukaran ion dan adsorpsi langsung. Teknologi ini diyakini akan memperkuat penyediaan bahan baku untuk baterai kendaraan listrik, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Ir. Niniek Rina Herdianita, M.Sc., Ph.D. – Dosen dan peneliti panas bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), membawakan materi “Lithium Potential at the Geothermal System of G. Slamet”. Dalam paparannya, beliau mengulas proses geokimia dalam sistem panas bumi Gunung Slamet, serta potensi kandungan lithium di dalamnya. Penelitiannya menyoroti pentingnya interaksi fluida hidrotermal dengan mineral sebagai kunci pengembangan teknologi ekstraksi yang efisien dan ramah lingkungan.
Riostantieka Mayandari Shoedarto, Ph.D. – Peneliti geokimia di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), membahas topik “The Role of Lithium in Green Energy Transition and Sustainable Economy”. Ia menekankan bahwa lithium merupakan elemen krusial dalam baterai untuk penyimpanan energi terbarukan dan kendaraan listrik, serta membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam ekonomi hijau global melalui pengembangan sumber daya lokal.
Selain menghadirkan wawasan mendalam dari para pakar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta dari berbagai institusi. Seminar ini pun dilanjutkan dengan workshop eksklusif pada hari kedua, 11 Mei 2025, yang bertujuan meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam bidang geosains dan eksplorasi panas bumi.
Panitia PETA BUMI UNSOED 2025 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber, moderator, serta peserta yang telah hadir dan berpartisipasi secara daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menggali potensi energi bersih di Banyumas, serta mendorong kolaborasi lintas sektor demi masa depan energi yang berkelanjutan. (*na)
No Comments