x

banner 300250

Workshop di UAD Kupas Tuntas Strategi Menulis Artikel Conference yang Kuat untuk Peneliti Pemula

2 minutes reading
Monday, 19 May 2025 12:20 263 Amin

Yogyakarta, 19 Mei 2025 — Dalam rangka meningkatkan kapasitas riset para akademisi muda, Kelompok Keahlian Sistem Cerdas (KKSC) Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan workshop bertajuk Crafting Strong Introduction yang dipandu oleh Ardiansyah, peneliti di bidang software engineering.

Bertempat di Laboratorium Riset Sistem Cerdas, workshop ini membahas strategi menulis artikel ilmiah yang kuat, khususnya untuk diseminasi pada forum konferensi internasional. Ardiansyah membagikan pengalamannya selama menjalani studi doktoral, termasuk tantangan dalam memahami isi jurnal dan pentingnya interaksi langsung melalui forum konferensi.

“Konferensi bukan sekadar kasta kedua setelah jurnal. Ia punya peran penting sebagai tempat bertemu langsung dengan para pakar dan mendiskusikan riset terkini yang masih hangat,” ujar Ardiansyah. Ia menekankan bahwa konferensi ilmiah memberi ruang komunikasi dua arah yang sulit dicapai melalui media jurnal.

Dalam pemaparannya, Ardiansyah memperkenalkan kerangka ISGAP sebagai kunci menyusun bagian Introduction artikel conference yang berdaya gedor tinggi. ISGAP terdiri dari Importance (urgensi topik), Status Quo (kondisi penelitian saat ini), Gap (celah riset yang belum terisi), dan Proposed Solution (usulan solusi). Bagian solusi ini diperkuat dengan prinsip ONCiOriginality, Novelty, dan Contribution.

Menariknya, sesi ini juga menganalisis contoh artikel pemenang penghargaan di konferensi software engineering bergengsi dunia, ICSE ke-47, termasuk karya Gao et al. (2025) tentang optimalisasi kode berbasis LLM.

“Kunci keberhasilan menulis artikel conference adalah mampu menunjukkan apa yang baru, kenapa penting, dan bagaimana kita menyelesaikannya dengan cara yang orisinal dan meyakinkan,” tambahnya.

Workshop ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan simulasi penyusunan pendahuluan artikel berdasarkan temuan riset peserta. Diharapkan, para peneliti pemula dapat lebih percaya diri dalam mengemas temuan awal mereka ke dalam artikel yang layak tampil di panggung konferensi internasional. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x