x

banner 300250

Metaling: Perpustakaan Keliling Berbasis Metaverse dari Dispersip Surakarta Siap Mengubah Wajah Literasi Anak

2 minutes reading
Wednesday, 9 Jul 2025 02:54 86 Amin

SURAKARTA — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta kembali mencetak gebrakan. Melalui program inovatif bernama Metaling—singkatan dari Metaverse Keliling—Dispersip menghadirkan transformasi layanan perpustakaan keliling ke dalam bentuk baru yang imersif dan futuristik.

Program ini memadukan teknologi Virtual Reality (VR), metaverse, dan literasi digital untuk menjangkau anak-anak di wilayah pinggiran kota. “Metaling menjadi jawaban atas tantangan zaman, terutama dalam menjangkau generasi muda yang kini lebih akrab dengan dunia digital ketimbang membaca buku konvensional,” ujar Adityo Setyowarman, S.Sos., M.M., M.T., Kabid Perpustakaan (Plt. Sekretaris Dinas) Dispersip Surakarta.

Inovasi Lintas Teknologi dan Budaya

Metaling dikembangkan melalui kerja sama Dispersip dan Medusa Technology, dengan dukungan pendanaan CSR dari Bank Jateng. Mobil layanan ini dilengkapi dengan buku fisik, laptop gaming, kacamata VR, serta akses internet yang diperkuat dengan router outdoor.

Tak hanya menyajikan bacaan digital, anak-anak juga bisa mengeksplorasi arsip sejarah dan naskah kuno secara tiga dimensi melalui platform Firestorm, menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual.

Mengakar pada Budaya Lokal

Konten yang disajikan tidak sekadar modern, tetapi juga edukatif dan sarat nilai budaya. Buku toponimi Kota Surakarta dan naskah lokal seperti Buku Bolokuncoro menjadi jembatan antara teknologi dan pelestarian warisan daerah.

Layanan ini hadir dalam jadwal reguler perpustakaan keliling dan aktif dalam berbagai kegiatan komunitas, seperti Posyandu Terpadu dan Rotary Club, menjangkau langsung anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan.

Antusiasme Anak-anak dan Tantangan Teknologi

Respon masyarakat sangat antusias. Meski dengan keterbatasan perangkat, anak-anak berebut mencoba teknologi VR dan larut dalam pengalaman dunia virtual. Tantangan teknis seperti keterbatasan sinyal internet diatasi dengan penggunaan teknologi penguat sinyal yang andal.

“Inilah alternatif sehat dari penggunaan gadget yang kurang terarah. Metaling bisa menjadi alat untuk meningkatkan literasi sekaligus membekali anak-anak dengan kecakapan digital masa depan,” lanjut Adityo.

Menuju Layanan Pintar dan Global

Ke depan, Dispersip merencanakan peluncuran bus pintar—perpustakaan keliling generasi lanjutan yang tidak hanya memuat buku, tetapi juga konten multimedia dan ruang metaverse dalam satu kendaraan. Kolaborasi juga akan diperluas hingga tingkat nasional dan internasional, termasuk dengan NGO dari Amerika Serikat.

Wali Kota Surakarta, Bapak Respati Ardi, turut memberikan dukungan langsung dengan menjajal langsung pengalaman Metaling. “Inilah bukti bahwa literasi dan teknologi bisa berjalan beriringan untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Dispersip berharap, Metaling menjadi pionir layanan literasi berbasis teknologi di Indonesia, serta menginspirasi daerah lain untuk berinovasi demi masa depan generasi penerus bangsa. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x