x

banner 300250

Mahasiswa FSB dan FKIP UAP Resmi Sandang Gelar Sarjana pada Yudisium 2025

3 minutes reading
Wednesday, 1 Oct 2025 10:42 74 Amin

Pringsewu (UAP) – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) kembali menggelar prosesi yudisium pada Tahun Akademik 2024/2025. Sebanyak 34 mahasiswa Fakultas Sosial dan Bisnis (FSB) dari Program Studi S1 Akuntansi dan S1 Psikologi serta 5 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi resmi menyandang gelar sarjana.

Yudisium diselenggarakan pada Selasa, 30 September 2025, bertempat di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta para orang tua mahasiswa. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh keharuan.

Dekan Fakultas Sosial dan Bisnis, Sunarmi, S.E., M.Ak., dalam sambutannya menegaskan bahwa hari yudisium merupakan momen bersejarah bagi mahasiswa. “Hari ini adalah tonggak berakhirnya masa studi yang penuh liku-liku.

Sunarmi juga membagikan pengalaman pribadi bersama salah satu mahasiswa yang pernah hampir menyerah di semester awal. “Saya katakan kepadanya, menangislah hari ini sepuasnya, tetapi besok belajar lagi seperti tidak ada apa-apa. Dua tahun berlalu, hari ini ia ikut yudisium di ruangan ini. Itu bukti bahwa tekad dan keteguhan hati selalu membuahkan hasil,” ungkapnya.

Ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater dengan mengedepankan akhlak mulia dan sikap benar. “Setelah SK pengukuhan nanti selesai dibacakan, kalian berhak menyandang gelar sarjana. Tapi ingat, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Bekalilah diri dengan akhlakul karimah dan sikap benar, karena itu modal utama untuk memiliki value di masyarakat,” tegasnya. Menutup sambutannya, Sunarmi mengutip peribahasa Korea: “Berbuat yang terbaik itu lebih penting daripada menjadi yang terbaik.”

Sementara itu, Dekan FKIP, Defy Gustianing, S.Pd., M.Pd., menyampaikan tiga pesan penting kepada lulusan perdana FKIP. Pertama, ia mengajak mahasiswa untuk selalu menghargai diri sendiri. “Talk to yourself, apresiasi diri kalian, karena sudah mampu melampaui perjalanan panjang akademis kurang lebih empat tahun,” tuturnya.

Kedua, ia berharap lulusan Pendidikan Teknologi Informasi mampu menjadi tenaga pendidik yang berakhlakul karimah sesuai visi misi universitas. Ia pun bersyukur dua lulusan FKIP telah lebih dulu diterima bekerja di lembaga pendidikan dan perusahaan.

Ketiga, Defy menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari segalanya. “Ini adalah awal dari perjalanan karir. Ingatlah pepatah: remember that how you start, and it’s your turn to finish it. Konsistensi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah akan menentukan akhir dari perjalanan itu,” pesannya.

Ketua Pelaksana Yudisium, Naufal Sinatria, S.A.B., M.M., turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara dengan lancar. “Yudisium ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan identitas mahasiswa sebagai sarjana. Kami, panitia, berkomitmen memberikan yang terbaik agar prosesi ini berkesan dan menjadi kenangan indah bagi para lulusan,” ucapnya. Ia berharap para alumni mampu membawa nama baik universitas sekaligus memberikan kontribusi nyata di masyarakat.

Dengan gelar baru yang resmi disandang, para lulusan FSB dan FKIP UAP diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang menjunjung tinggi etika, berkontribusi nyata di masyarakat, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian di masa depan. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x