x

banner 300250

Kelompok Independent Ecoprint Desa Bantarsoka Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas Semakin Berdaya Dengan Bantuan Tim PKM LPPM Unsoed

4 minutes reading
Wednesday, 12 Nov 2025 19:50 190 Amin

Purwokerto, Tim Program Kemitraan Masyarakat LPPM Unsoed saat ini sedang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Kelompok Independent Ecoprint yang beralamat di Desa Bantarsoka Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Kelompok berdiri pada tanggal 18 Oktober 2020 dengan anggota sebanyak 11 orang ibu rumah tangga.  Sejarah pendirian kelompok ini berawal dari belajar teknik ecoprint bersama dengan nara sumber yang sama untuk mengisi waktu disaat Pandemic Covid 19. Usaha yang dirintis dengan belajar bersama secara mandiri menginisiasi nama kelompok menjadi Independent Ecoprint.  Para ibu rumah tangga yang berlatih bersama sangat antusias ketika hasil pelatihan mereka diminati oleh warga sekitar dan dapat dijual di pasaran.

Dr.Hartiwi Diastuti,S.Si selaku ketua Tim PKM menyampaikan Tingkat Pendidikan mitra yang memadai yaitu 6 orang berbendidikan S1 dan 5 orang berpendidikan SLTA menjadikan kelompok ini lebih mudah berkembang.   Dari 11 mitra, 6 orang memiliki keahlian menjahit.  Mereka sangat tekun dan mempunyai kemauan belajar yang tinggi.  Mereka belajar tentang variasi produk ecoprint dari channel youtube, dari sana mereka mendapatkan informasi berbagai variasi produk menarik yang dapat dihasilkan dari kain ecoprint seperti produk fashion ready to wear berupa baju, mukena, sepatu, tas, topi dan lainnya. Media yang digunakan juga tidak hanya menggunakan kain namun juga media kulit, kertas dan keramik. Dengan menggunakan keahlian menjahit yang dimiliki, saat ini mitra telah meningkatkan hasil produknya dalam bentuk ready to wear berupa baju siap pakai. Saat ini mitra sedang sangat antusias untuk bisa menghasilkan produk yang lain yaitu dalam bentuk tas-tas cantik yang sedang sangat laku di pasaran.  

Ibu Sugiarti yang merupakan ketua Kelompok Independent Ecoprint menyampaikan bahwa kelompoknya ingin mendiversifikasikan produknya dalam bentuk tas ecoprint namun belum memiliki keahlian membuat produk tas mulai dari membuat desain produk yang menarik sampai menjadi produk jadi, kelompok juga menghadapi masalah kekurangan alat dan modal. Anggota kelompok 80% merupakan ibu rumah tangga yang minim akan modal, namun mempunyai semangat untuk maju dan berkarya. Saat ini permintaan produk semakin banyak namun peralatan yang dimiliki terbatas, terutama Klakat Panjang yang dapat digunakan untuk mengukus kain dalam jumlah banyak dan mesin obras besar supaya penyelesaian jahitan lebih rapih dan terkesan berkelas, kelompok juga  tidak memiliki SDM yang menguasai strategi pemasaran digital sehingga belum dilakukan pemasaran secara online yang memadai, kelompok tidak memiliki katalog produk, memiliki kemampuan managemen usaha yang yang rendah, belum menyusun laporan keuangan secara standar, hanya membuat catatan pembukuan secara manual dan sederhana, menentukan harga jual hanya berdasarkan perkiraan saja dan memiliki kemampuan terbatas dalam hal manajemen kelompok. 

Prof.Dr.Najmudin,SE.,M.Si selaku anggota tim PKM yang berasal dari Prod Manajemen FEB Unsoed menyatakan bahwa produk kain dan baju-baju yang dihasilkan oleh Kelompok Independent Ecoprint telah dapat dijual secara luas termasuk ke hotel-hotel di Purwokerto dan sekitarnya, oleh karena itu manajemen usaha  dan manajemen kelompok harus dilaksanakan dengan benar  agar usaha semakin berkembang dan bermanfaat.  

Dr. Lasmedi Afuan, S.T., M.Cs., menekankan bahwa di era digital saat ini, pemasaran online menjadi kunci utama bagi keberlanjutan usaha mikro seperti Kelompok Independent Ecoprint. Menurutnya, pemanfaatan platform digital seperti media sosial, marketplace, dan katalog produk berbasis web tidak hanya memperluas jangkauan pasar tetapi juga membangun identitas merek yang lebih kuat. Ia menambahkan bahwa strategi digital marketing yang terintegrasi—meliputi dokumentasi produk, narasi kreatif, dan interaksi dengan konsumen secara daring—akan membantu kelompok mitra menembus pasar nasional bahkan global. Dr. Lasmedi menilai bahwa transformasi digital dalam pemasaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal, terutama bagi kelompok perempuan perajin yang selama ini bergantung pada promosi konvensional dari mulut ke mulut.

Prof. Dr. Sri Lestari, M.S., sebagai anggota Puskor Pengabdian LPPM Unsoed yang turut memberikan pendampingan konseptual terhadap kegiatan ini, menyampaikan bahwa keberhasilan program kemitraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi atau strategi pemasaran digital semata, tetapi juga oleh sinergi antara tim dosen dan mitra masyarakat yang dilandasi semangat belajar bersama dan saling percaya. Menurutnya, keberadaan Tim PKM LPPM Unsoed yang terdiri dari lintas disiplin keilmuan telah menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif yang sangat positif bagi kelompok mitra. Melalui pendekatan partisipatif, tim PKM tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga memfasilitasi proses transformasi sosial—di mana para ibu rumah tangga anggota Independent Ecoprint menjadi lebih percaya diri, mandiri secara ekonomi, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Prof. Sri Lestari menegaskan bahwa hubungan kemitraan ini adalah contoh nyata dari penerapan konsep community empowerment through knowledge sharing yang menjadi esensi utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.

Ibu Sugiarti menyampaikan ucapan terimakasih yang besar kepada LPPM Universitas Jenderal Soedirman dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan bantuan pendanaan, tenaga maupun pikiran sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Winduaji.  Unsoed maju Merdeka Mendunia, Independen Ecoprint Berkarya dengan Cinta. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x