x

banner 300250

Universitas Aisyah Pringsewu Tuan Rumah FGD LLDIKTI Wilayah II Bahas Arah Kinerja Perguruan Tinggi 2026

3 minutes reading
Monday, 2 Feb 2026 14:02 268 Amin

Pringsewu — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Lampung pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Universitas Aisyah Pringsewu dan diikuti oleh puluhan pimpinan PTS dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Lampung.

FGD mengusung tema “Arah Kinerja Perguruan Tinggi Tahun 2026 dan Evaluasi Standar Pelayanan Tahun 2025” sebagai forum dialog dan konsolidasi kebijakan antara LLDIKTI Wilayah II dan pimpinan PTS dalam rangka memperkuat tata kelola, mutu layanan, serta peningkatan kinerja perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan opening speech oleh Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN. Dalam sambutannya, Dr. Sutrisno menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang hadir. Ia menekankan bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) bukan sekadar instrumen administratif, melainkan panduan strategis dalam meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing perguruan tinggi.

Menurutnya, penerapan IKU yang dipahami secara substantif mampu mendorong perubahan nyata di perguruan tinggi. “IKU membantu kita mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan institusi, sekaligus menyelaraskan kurikulum, penelitian, dan pengabdian dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh pimpinan PTS memanfaatkan forum FGD sebagai ruang berbagi praktik baik dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.

Sementara itu, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., Kepala LLDIKTI Wilayah II, dalam sambutan sekaligus pemaparannya menjelaskan bahwa arah kinerja perguruan tinggi tahun 2026 disusun sebagai kebijakan bersama yang berlaku bagi perguruan tinggi negeri dan swasta. Hal ini bertujuan agar capaian kinerja dapat diukur dengan indikator yang sama dan diakumulasikan sebagai kontribusi kolektif pendidikan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

Khusus bagi PTS, Prof. Iskhaq menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bersifat wajib, namun sangat dianjurkan untuk diimplementasikan secara sukarela dan bertanggung jawab. Melalui pengukuran kinerja berbasis indikator tersebut, LLDIKTI Wilayah II akan melakukan pemetaan dan pengelompokan perguruan tinggi sebagai dasar pendampingan yang lebih tepat sasaran.

“Indikator kinerja ini bukan untuk membebani, tetapi menjadi alat ukur agar setiap perguruan tinggi dapat menyusun rencana strategis dan rencana operasional sesuai kapasitas dan klusternya masing-masing,” jelasnya. Ia juga menegaskan pentingnya masukan dari pimpinan PTS dalam penyempurnaan standar pelayanan LLDIKTI Wilayah II.

Sebagai narasumber kedua, Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si., Kepala Bagian Umum dan Tim Standar Pelayanan LLDIKTI Wilayah II, memaparkan materi terkait evaluasi dan penguatan standar pelayanan LLDIKTI Wilayah II tahun 2025. Materi ini menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Ani Kristianingsih, S.ST., M.Kes., Wakil Rektor I Universitas Aisyah Pringsewu, berlangsung interaktif dan dinamis. Berbagai aspirasi, saran, serta rekomendasi disampaikan oleh pimpinan PTS sebagai masukan strategis bagi LLDIKTI Wilayah II.

Melalui kegiatan FGD ini, LLDIKTI Wilayah II menegaskan komitmennya dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sekaligus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan berkelanjutan.

FGD ini diharapkan menjadi pijakan bersama dalam merumuskan arah kebijakan dan peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta di Provinsi Lampung menuju tahun 2026 yang lebih maju, berkualitas, dan berdampak luas bagi pembangunan bangsa. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x