x

banner 300250

Dosen Muda Ambil Peran Strategis, USK Memasuki Babak Baru Kepemimpinan

3 minutes reading
Wednesday, 13 May 2026 14:41 36 Amin

EDUTECHID.COM -Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., DBA., menunjukkan arah baru kepemimpinannya dengan memberikan kepercayaan kepada sejumlah dosen muda untuk mengisi posisi strategis di tingkat universitas. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi USK menuju tata kelola perguruan tinggi yang lebih dinamis, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan global.

Sejumlah nama yang disebut akan mengisi jajaran Wakil Rektor USK dijadwalkan dilantik pada 13 Mei 2026 di Banda Aceh. Mereka berasal dari berbagai fakultas dengan latar belakang akademik dan pengalaman kepemimpinan yang dinilai mumpuni di lingkungan kampus.

Salah satu figur yang menjadi perhatian adalah Prof. Heru Fahlevi yang akan menjabat sebagai Wakil Rektor I USK. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK tersebut dikenal sebagai akademisi di bidang akuntansi publik dengan pengalaman panjang dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi.

Prof. Heru merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK angkatan 2000 dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2005. Ia kemudian melanjutkan studi magister di kampus yang sama sebelum meraih gelar doktor di Jerman. Di usia yang relatif muda, ia berhasil menyandang gelar profesor dan aktif dalam berbagai pengembangan kebijakan akademik serta manajemen perguruan tinggi.

Nama lain yang turut masuk dalam jajaran pimpinan universitas adalah Ramzi Adriman. Dosen Fakultas Teknik USK tersebut dikabarkan akan dilantik sebagai Wakil Rektor IV.

Ramzi merupakan alumni Teknik Elektro USK angkatan 1997 dan saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian Wakil Rektor IV. Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Wakil Dekan II Fakultas Teknik USK. Ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di Asia University serta dikenal aktif dalam bidang teknik informatika dan komputer.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Ramzi Adriman juga sempat meramaikan bursa pemilihan Rektor USK beberapa waktu lalu. Akademisi kelahiran Banda Aceh tahun 1979 tersebut dinilai memiliki pengalaman manajerial serta visi kepemimpinan yang kuat.

Sementara itu, nama Dr. Rina Suryani Oktari turut menjadi perhatian publik karena akan mengisi posisi Wakil Rektor III USK. Jika resmi dilantik, ia akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Wakil Rektor di USK sejak universitas tersebut berdiri.

Dr. Rina dikenal sebagai akademisi muda di bidang kebencanaan. Ia merupakan alumni Program Studi Keperawatan USK yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2008. Selanjutnya, ia melanjutkan studi magister di bidang kebencanaan pada 2013 dan meraih gelar doktor pada 2021 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran USK serta aktif dalam berbagai riset dan program penanggulangan bencana di tingkat nasional maupun internasional.

Adapun posisi Wakil Rektor II disebut akan diisi oleh Fairuzzabadi. Dosen muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK tersebut lahir di Banda Aceh pada 1983 dan dikenal aktif dalam pengembangan manajemen kelembagaan di lingkungan kampus.

Fairuzzabadi menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi USK pada 2006, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kiprahnya di bidang tata kelola organisasi dan pengembangan institusi menjadikannya salah satu akademisi muda yang diperhitungkan di lingkungan USK.

Komposisi pimpinan universitas yang didominasi kalangan akademisi muda ini dinilai mencerminkan semangat baru kepemimpinan Prof. Mirza Tabrani dalam membawa USK menjadi perguruan tinggi yang progresif, responsif terhadap perubahan, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran para akademisi muda di jajaran pimpinan universitas diharapkan dapat memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi internasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan akademik bagi sivitas akademika dan masyarakat Aceh secara lebih luas.  (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x