x

banner 300250

LPMPP Unsoed Dorong Transformasi Pembelajaran MKWK melalui Implementasi AI

2 minutes reading
Wednesday, 28 Jan 2026 22:46 76 Amin

Purwokerto — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Workshop Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), Senin (26/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai I Rektorat Unsoed dan diikuti oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, serta Bahasa Indonesia.

Koordinator Pusat Pengembangan Karakter dan Mata Kuliah Wajib Kurikulum Unsoed, Prof. Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek pendidikan tinggi, mulai dari perencanaan pembelajaran, penyusunan tugas, hingga proses evaluasi mahasiswa.

“Artificial Intelligence berdampak langsung pada pola pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu, Unsoed berkomitmen menyikapi perkembangan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Prof. Heru.

Ia menambahkan bahwa MKWK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, literasi, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai kemanusiaan mahasiswa. Dalam konteks tersebut, dosen Unsoed diharapkan mampu meneladani nilai-nilai keteladanan Jenderal Soedirman, seperti kejujuran, sikap adaptif, dan semangat pantang menyerah.

“Dengan karakter adaptif, dosen diharapkan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran,” tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Yamin, yang mengulas pemanfaatan AI dalam penyusunan buku ajar MKWK. Ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk merancang kerangka materi, memperkuat alur logis pembahasan, menyederhanakan bahasa akademik, serta menyesuaikan konten dengan capaian pembelajaran lulusan.

“AI bukan pengganti peran pendidik, melainkan peluang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dosen dalam pengembangan pembelajaran,” jelasnya.

Dalam paparannya, Dr. Yamin menekankan lima prinsip utama penggunaan AI di bidang pendidikan, yaitu transparansi, verifikasi, orisinalitas, penghormatan terhadap hak cipta, dan pengembangan diri.

Sesi selanjutnya diisi oleh Dr. Ardiansyah, yang membahas optimalisasi platform Eldiru dalam pembelajaran MKWK, serta Dr. Hari Siswantoro, yang mengulas isu kecurangan dalam pelaksanaan ujian daring beserta strategi pencegahannya.

Workshop berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta dalam diskusi mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan AI di lingkungan akademik. Melalui kegiatan ini, Unsoed berharap dosen MKWK mampu mengimplementasikan teknologi AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab guna mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x