Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) meluncurkan program strategis bertajuk “Diktisaintek Berdampak” pada Kamis, 2 Mei 2025, di Jakarta. Program ini merupakan bentuk konkret dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKI) berbasis sains dan teknologi.
Peluncuran dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., yang menekankan pentingnya akselerasi inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan tridarma PTKI agar berdampak nyata di masyarakat. “Diktisaintek Berdampak merupakan wujud komitmen Diktis dalam mendorong ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan sains modern,” ungkapnya.
Program ini mengintegrasikan tiga inisiatif utama:
Riset dan Inovasi untuk Keumatan (RINDU),
Inkubasi Bisnis Berbasis Pesantren (IBP),
Penguatan Moderasi Beragama melalui Sains dan Teknologi (MODISAINTEK).
Peluncuran program ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan PTKI, akademisi, peneliti, dan praktisi industri. Para peserta menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam menjembatani pendidikan agama dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
Program Diktisaintek Berdampak diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam mendukung Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas lulusan PTKI yang tidak hanya religius, tapi juga unggul dalam bidang teknologi dan kewirausahaan. (*na)
No Comments