Pringsewu — Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan tim dosennya sebagai penerima pendanaan Program BIMA Tahun Anggaran 2026. Pendanaan ini diberikan untuk pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “TIGA DIGIT: Penerapan Digitalisasi Produksi berbasis IoT, Digitalisasi Pemasaran, dan Digitalisasi Akuntansi untuk Meningkatkan Hasil Usahatani di UMKM HidroponikGEH Lampung.”
Program ini berada dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan fokus pada Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang diketuai oleh Fauzan Fuadi bersama anggota Nur Aminudin dan Agus Wantoro.
Keberhasilan meraih pendanaan Program BIMA menjadi bukti pengakuan atas kualitas program yang diusulkan, sekaligus komitmen UAP dalam mendorong hilirisasi keilmuan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di sektor pertanian modern berbasis teknologi.
UMKM HidroponikGEH Lampung sebagai mitra program dinilai memiliki potensi strategis dalam pengembangan pertanian modern dan pemberdayaan petani milenial. Namun, dalam operasionalnya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti sistem produksi yang belum presisi, pemasaran digital yang belum optimal, serta manajemen keuangan yang belum terdigitalisasi.
Melalui konsep TIGA DIGIT, tim pengabdian menghadirkan pendekatan terintegrasi berbasis teknologi. Pada aspek produksi, diterapkan sistem Internet of Things (IoT) untuk mengontrol pH dan nutrisi tanaman secara lebih akurat dan real-time. Pada aspek pemasaran, dikembangkan website digital guna memperluas jangkauan pasar. Sementara itu, pada aspek manajemen usaha, diterapkan digitalisasi akuntansi menggunakan aplikasi SIAPIK untuk mendukung pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Ketua tim, Fauzan Fuadi, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan UMKM secara menyeluruh. “Kami tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan aspek pemasaran dan tata kelola usaha berjalan secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif, melibatkan mitra dalam setiap tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, hingga pendampingan dan evaluasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan UMKM mampu mengelola sistem yang telah diterapkan secara mandiri dalam jangka panjang.
Adapun luaran yang ditargetkan meliputi terimplementasinya sistem IoT hidroponik yang berfungsi optimal, tersedianya platform pemasaran digital yang aktif, serta tersusunnya laporan keuangan berbasis digital yang sistematis dan akuntabel.
Program ini juga selaras dengan berbagai agenda strategis nasional, seperti Sustainable Development Goals (SDGs), Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, serta Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang menitikberatkan pada pengembangan pertanian modern berbasis inovasi dan teknologi.
Melalui capaian ini, Universitas Aisyah Pringsewu terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi yang berdampak nyata. (*na)
No Comments