x

banner 300250

Webinar Nasional FAM Soroti Tragedi Ekologis Sumatera dan Peran Negara di Era Media Sosial

2 minutes reading
Saturday, 27 Dec 2025 20:13 82 Amin

EDUTECHID.COM – Forum Akademisi Muslim (FAM) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Sumatera di Titik Nadir: Membaca Bencana, Suara Negara dan Netizen” pada Sabtu, 27 Desember 2025, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar sebagai respons akademik atas rangkaian bencana ekologis yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di penghujung tahun 2025.

Dalam diskusi tersebut, terungkap fakta memilukan terkait dampak kerusakan lingkungan di wilayah hulu Sumatera. Data yang dipaparkan menunjukkan lebih dari 1.059 jiwa meninggal dunia, 192 orang dinyatakan hilang, serta 577.600 warga terpaksa mengungsi akibat banjir, longsor, dan bencana turunan lainnya. Para pemateri menegaskan bahwa tragedi ini bukan semata-mata bencana alam, melainkan akumulasi dari runtuhnya pertahanan ekosistem akibat eksploitasi sumber daya alam yang masif.

Webinar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, dan Prof. Dr. Chusnul Arif, S.T.P., M.Si., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University. Keduanya mengulas keterkaitan antara deforestasi, izin tambang skala besar, serta lemahnya tata kelola lingkungan dengan meningkatnya risiko bencana di kawasan Sumatera.

Prof. Mohammad Basyuni menyoroti fenomena “zona pengorbanan” ekologis yang ditandai dengan hanyutnya gelondongan kayu dan rusaknya daerah tangkapan air. Menurutnya, negara perlu hadir lebih tegas dalam melindungi ekosistem hulu sebagai benteng utama pencegahan bencana. Sementara itu, Prof. Chusnul Arif menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dan sains, serta perlunya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan.

Diskusi juga mengangkat peran netizen dan media sosial sebagai kekuatan pengawasan kebijakan publik. Peserta diajak untuk tidak sekadar menjadikan data korban sebagai angka statistik, tetapi sebagai dasar dorongan moral dan politik agar kebijakan lingkungan yang berkeadilan dapat diwujudkan.

Melalui webinar ini, FAM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi kritis berbasis akademik dalam merespons persoalan kebangsaan, khususnya isu lingkungan dan keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada keselamatan manusia dan kelestarian ekologi Sumatera. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x