x

banner 300250

Dies Natalis ke-62, Unsoed Gelar Sidang Terbuka Senat

3 minutes reading
Tuesday, 23 Sep 2025 20:58 175 Amin

Purwokerto – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-62 di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Selasa (23/9/2025). Tahun ini, peringatan Dies Natalis mengusung tema “Unsoed Bergerak Serempak, Berdampak Wujudkan Kemandirian Desa, Menuju Indonesia Emas.”

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat Prof. Mas Yedi Sumaryadi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, serta Hymne Unsoed. Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, dalam sambutannya memaparkan laporan tahunan sekaligus menegaskan komitmen Unsoed untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pada Dies Natalis ke-62 ini, Universitas Jenderal Soedirman semakin meneguhkan komitmen untuk berinovasi menjadi kampus yang berdampak, melahirkan SDM unggul, dan mendorong hilirisasi penelitian agar inovasi dapat diadopsi oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, Rektor juga memaparkan sejumlah capaian, di antaranya prestasi dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Prof. Budi Aji, yang masuk dalam Top 2% World Ranking Scientist versi Stanford University dan Elsevier.

Sidang turut dihadiri cucu Jenderal Soedirman, Ganang Priyambodo Soedirman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Unsoed terus melahirkan pemimpin dari Bumi Banyumas.

“Dirgahayu Unsoed, insyaallah akan lahir Soedirman-Soedirman muda ke depan. Harapan saya di tahun 2045, universitas bukan hanya serempak dan berdampak, tetapi juga tampak,” ungkapnya.

Rangkaian acara dimeriahkan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gita Buana Soedirman dengan paduan suara lagu daerah Mendung Tanpo Udan dan Tabola Bale, serta tarian perdamaian dari mahasiswa asal Papua.

Sesi ilmiah diisi orasi Prof. Budi Aji berjudul “Global Health Partnership: Aksi Nyata untuk Unsoed Makin Unggul dan Berdampak.” Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengurangi kesenjangan kesehatan antara negara berkembang dan negara maju melalui kolaborasi global.

“Globalisasi adalah peluang bagi Unsoed untuk berkontribusi aktif, baik di bidang pendidikan maupun riset kesehatan, agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan reputasi akademik di tingkat dunia,” paparnya.

Momentum Dies Natalis ke-62 ini juga ditandai dengan peluncuran tiga inovasi sistem, yaitu Digitalisasi Layanan Ijazah Terintegrasi (Si Lajang), Portal Garuda, dan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Acara ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama pimpinan universitas. Dalam penutupannya, Rektor menegaskan kembali harapannya agar Unsoed semakin berdampak bagi masyarakat luas.

“Visi Unsoed adalah mengembangkan keberdayaan perdesaan berbasis kearifan lokal. Harapannya, kontribusi nyata Unsoed dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan Indonesia Emas,” ungkap Prof. Akhmad Sodiq.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unsoed, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom

Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unsoed, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom., menambahkan bahwa peringatan Dies Natalis ke-62 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh civitas akademika. “Sidang terbuka senat ini tidak hanya seremonial, melainkan juga refleksi perjalanan Unsoed sekaligus pijakan menuju masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x