x

banner 300250

Pendakian Wajib Gunung Slamet via Bambangan: UPL Unsoed Perkuat Kapasitas Anggota untuk Kegiatan SAR

2 minutes reading
Saturday, 11 Apr 2026 19:57 13 Amin

EDUTECHID.COM – Tiga anggota Unit Pandu Lingkungan (UPL) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yakni M. Fathoni Atthoriq, Fery Gunawan, dan Zebi Femi I.A., berhasil menuntaskan Pendakian Wajib Gunung Slamet melalui jalur Bambangan selama tiga hari, pada 27–29 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan anggota sekaligus pengenalan jalur strategis untuk mendukung kesiapsiagaan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Pendakian diawali dari Basecamp Bambangan dengan rangkaian prosedur administrasi, meliputi registrasi, pemeriksaan kesehatan, serta verifikasi kelengkapan logistik dan legalitas tim. Setelah dinyatakan siap, tim memulai perjalanan menuju Pos 1 (Pondok Gembirung) di ketinggian 1.950 mdpl dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam, sebelum melanjutkan ke Pos 2 (Pondok Walang) di ketinggian 2.261 mdpl melalui jalur hutan lumut yang khas.

Memasuki etape berikutnya, tantangan medan mulai terasa. Jalur yang licin akibat hujan pada malam sebelumnya menguji kewaspadaan tim saat menuju Pos 3 (Pondok Cemara) di ketinggian 2.500 mdpl. Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati Pos 4 (Samaranthu) hingga akhirnya tim mendirikan tenda di Pos 5 (Samhyang Rangkah) pada ketinggian 2.800 mdpl. Lokasi ini dipilih karena relatif luas, tersedia shelter, serta memiliki akses sumber air yang memadai.

Pada hari kedua, tim memulai summit attack pada pukul 04.00 WIB dalam kondisi cuaca cerah. Pendakian dilanjutkan melewati Pos 6 hingga Pos 9 (Pelawangan) dengan waktu tempuh antarpos berkisar 20–30 menit. Sekitar satu jam dari Pelawangan, tim berhasil mencapai Puncak Wijaya, salah satu titik tertinggi Gunung Slamet.

Momen keberhasilan tersebut dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus melakukan dokumentasi secara sederhana. Tim juga menyempatkan diri menuju Puncak Surono sebelum kembali ke area perkemahan di Pos 5 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pada hari terakhir, kegiatan difokuskan pada persiapan turun gunung setelah pemulihan kondisi fisik. Sebelum turun, tim turut melakukan edukasi dengan membuat konten informatif terkait kondisi jalur, ketersediaan sumber air, serta rekomendasi titik istirahat bagi pendaki lainnya.

Perjalanan turun dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi etika pendakian, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan membangun interaksi positif dengan sesama pendaki. Tim tiba kembali di Basecamp Bambangan pada pukul 11.30 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan menuju sekretariat pada pukul 14.00 WIB.

Melalui kegiatan ini, UPL Unsoed berharap dapat memperkuat kesiapan anggota, baik secara fisik maupun mental, dalam menghadapi berbagai aktivitas lapangan, serta meningkatkan peran organisasi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di alam terbuka, khususnya operasi SAR. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x