BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Teknologi dan Bisnis Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), Asyifa Qonita, meraih Juara 3 Kelas B Putri dalam Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung di Padepokan IPSI Lampung, Pahoman, Bandar Lampung, 25–27 September 2026.
Asyifa yang tercatat sebagai mahasiswa UAP dengan NPM 240301004 tersebut menjadi salah satu pesilat yang tampil dalam kompetisi yang mempertemukan atlet dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Prestasi tersebut menambah pengalaman Asyifa dalam mengikuti kompetisi pencak silat tingkat Provinsi Lampung di tengah aktivitasnya sebagai mahasiswa.
Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026 diikuti 129 pesilat yang sebelumnya meraih juara pada Sirkuit 1, 2, dan 3. Sebanyak 98 partai putra dan putri dipertandingkan selama tiga hari pelaksanaan.
Sekretaris IPSI Lampung, Riagus Ria, mengatakan grand final menjadi ajang bagi para pesilat untuk memperebutkan gelar juara sekaligus juara umum Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026. IPSI Lampung juga menyiapkan uang pembinaan bagi peraih juara umum.
"Pada grand final ini kami melaksanakan 98 partai, baik putra maupun putri. Mereka akan memperebutkan juara dan juara umum. Untuk juara umum akan ada uang pembinaan, yang disiapkan oleh IPSI Lampung," kata Riagus.
Menurut Riagus, rangkaian Sirkuit Pencak Silat Lampung juga menjadi salah satu rujukan untuk melihat potensi atlet dari berbagai kabupaten/kota di Lampung. Hal tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November di Bandar Lampung.
"Tentunya grand final ini menjadi rujukan bagi Kabupaten/Kota, di mana bulan November nanti akan ada Porprov. Tidak menutup kemungkinan, atlet yang berlaga di sirkuit akan berlaga di Porprov. Hasil sirkuit bisa menjadi referensi untuk Porprov," ujarnya.
Bagi Asyifa, capaian tersebut menjadi bagian dari pengalaman mengembangkan aktivitas di luar bidang akademik. Keterlibatannya dalam kompetisi pencak silat berjalan bersamaan dengan studinya di Program Studi S1 Akuntansi FTB UAP.
Asyifa merupakan putri dari Yunus dan Marfu'ah. Ia lahir di Pandansurat pada 23 Januari 2006 dan merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.
Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026 sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan atlet IPSI Lampung. Sejumlah pesilat yang sebelumnya memperkuat daerah pada PON Beladiri Kudus 2025 juga turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Riagus mengatakan hasil grand final akan menjadi bagian dari program pembinaan IPSI Lampung dalam menghadapi berbagai agenda olahraga nasional.
"Hasil grand final ini tentunya masuk dalam program pembinaan IPSI untuk menghadapi event-event nasional. Pembinaan dan regenerasi harus terus dilakukan agar kita tidak tertinggal bahkan kalah bersaing dengan provinsi-provinsi lain," katanya.
Prestasi Asyifa di Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026 menjadi catatan tersendiri dalam aktivitas kemahasiswaannya. Selain menjalani pendidikan di perguruan tinggi, ia juga aktif mengembangkan kemampuan melalui kompetisi olahraga di tingkat provinsi. (*na)
No Comments