PRINGSEWU — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas bersama Wakil Bupati Umi Laila terus menggencarkan program unggulan Ngopi Serasi (Ngobrol Bareng Bupati Serap Aspirasi). Program ini menjadi sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga pekon dalam menyampaikan aspirasi serta keluhan secara langsung.
Pada Jumat (1/8/2025), kegiatan Ngopi Serasi dilaksanakan di Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo. Bupati Riyanto hadir bersama jajaran Pemkab Pringsewu untuk mendengar langsung masukan warga. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya mendengarkan aspirasi di lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Kami hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk memahami secara langsung kebutuhan masyarakat. Tidak semua keluhan bisa diselesaikan saat itu juga, karena ada yang butuh proses, koordinasi lintas sektor, atau melibatkan kewenangan provinsi dan pusat. Tapi semua akan kami catat dan teruskan kepada perangkat daerah terkait,” ujar Bupati Riyanto.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi prioritas di Pekon Sukoharjo IV. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah jembatan gantung penghubung antara Pekon Sukoharjo IV dan Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang sangat dinantikan pembangunannya oleh warga.
“Insya Allah, tahun ini juga pembangunan jembatan ini akan dimulai. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang akan segera kami realisasikan,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga mengunjungi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Waras, yang dinilai berperan penting dalam menggerakkan ekonomi pekon. Beliau mendorong pengelolaan BUMDes agar lebih inovatif dan mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.
Sementara itu, Kepala Pekon Sukoharjo IV, Kamsidi, menyampaikan gambaran umum wilayahnya yang memiliki luas 475,4 hektar, terdiri dari 2 dusun dan 7 RT, serta jumlah penduduk sebanyak 1.684 jiwa. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan buruh tani, dengan komoditas utama berupa padi, jagung, dan sayur mayur.
“Selain sektor pertanian, kami juga memiliki potensi wisata seperti Bukit Silitonga yang menyuguhkan pemandangan indah, meskipun saat ini masih terkendala status kepemilikan lahan,” ujar Kamsidi.
Melalui program Ngopi Serasi, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan partisipatif, dengan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. (*na)
No Comments