x

banner 300250

PM-UPUD Kemdiktisaintek Perkuat Daya Saing UMKM Jamur melalui Pelatihan Foto Produk dan Digital Marketing

4 minutes reading
Tuesday, 23 Jun 2026 10:00 6 Amin

PEKANBARU – Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia kembali memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan fotografi produk dan digital marketing bagi UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/6/2026).

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi untuk memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat daya saing usaha di era ekonomi digital.

Pelatihan menghadirkan Rahmat Hidayat, M.Kom., dosen Program Studi D3 Manajemen Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau, sebagai narasumber. Peserta memperoleh materi mengenai teknik fotografi produk, penyusunan konten promosi digital, serta strategi pemasaran melalui berbagai platform digital. Selain sesi teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung menggunakan telepon pintar untuk menghasilkan foto produk yang menarik dan memiliki nilai komersial.

Ketua Program PM-UPUD, Prof. Dr. Padil, S.T., M.T., mengatakan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan yang harus diadaptasi oleh pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

"UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan memasarkan produknya secara profesional melalui berbagai media digital. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam program pemberdayaan ini," ujarnya.

Kualitas Visual Produk Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Dalam pemaparannya, Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa foto produk memiliki peran strategis dalam membangun persepsi dan kepercayaan konsumen, khususnya pada transaksi yang dilakukan melalui media sosial maupun platform perdagangan elektronik.

Menurutnya, foto produk yang berkualitas bukan sekadar menampilkan gambar, tetapi menjadi media komunikasi visual yang mampu meningkatkan daya tarik sekaligus mencerminkan profesionalisme sebuah usaha.

"Dengan menerapkan teknik pencahayaan, komposisi, dan pengambilan gambar yang tepat, produk UMKM dapat tampil lebih menarik sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing di pasar digital," jelasnya.

Selain teknik fotografi menggunakan peralatan sederhana, peserta juga mendapatkan materi mengenai optimalisasi media sosial, penguatan identitas merek (branding), pemanfaatan marketplace, penyusunan konten promosi yang efektif, hingga strategi membangun interaksi dengan pelanggan secara berkelanjutan.

Pendampingan Berorientasi pada Implementasi

Prof. Padil menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

"Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta berdampak pada peningkatan omzet dan keberlanjutan usaha UMKM binaan," katanya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mempraktikkan teknik pengambilan foto produk menggunakan pencahayaan alami dan kemudian mengolah hasilnya menjadi materi promosi untuk berbagai platform digital.

Mendorong UMKM Adaptif terhadap Transformasi Digital

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan pemasaran digital, mulai dari membangun identitas merek, menciptakan konten yang menarik, hingga meningkatkan interaksi dengan konsumen melalui media digital.

Melalui Program PM-UPUD, UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki strategi pemasaran yang lebih efektif, serta mampu meningkatkan daya saing produk olahan jamur di tingkat regional maupun nasional.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Padil menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau atas dukungan, fasilitasi, dan pendampingan yang diberikan sehingga program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, inovasi, serta kesejahteraan pelaku UMKM.

Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek, LPPM Universitas Riau, tim pelaksana, narasumber, dan para pelaku UMKM, Program PM-UPUD diharapkan mampu menghasilkan pelaku usaha yang semakin inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing yang kuat di pasar regional, nasional, hingga global. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x