Pringsewu, 24 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Pringsewu kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Kompetisi Karya Inovasi dan IPTEK (KOMPAS IPTEK) Kabupaten Pringsewu Tahun 2025. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Titik Puji Lestari.
Acara ini menjadi wadah strategis untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam memperkuat daya saing daerah di era Revolusi Industri 5.0. Dalam sambutannya, Bupati Pringsewu menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, perguruan tinggi, ASN, tenaga pendidik, pelajar, serta masyarakat umum—dalam pengembangan inovasi berbasis IPTEK.
Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang menekankan peran strategis daerah dalam memperkuat ekosistem inovasi.
Mengusung tema “Berinovasi Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam menumbuhkembangkan ide dan solusi kreatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi para inovator lokal.
“Semoga kompetisi ini dapat melahirkan karya-karya inovatif yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki potensi komersial dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati dalam pidatonya.
Bupati juga menyoroti capaian positif Kabupaten Pringsewu dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2024 yang berhasil meraih skor 3,70 dan menempati peringkat ke-3 se-Provinsi Lampung. Ia turut mengapresiasi alumni kompetisi tahun sebelumnya yang berhasil meraih Juara I Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Lampung dan Juara II Nasional.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sportif dan memaksimalkan potensi diri, serta mengingatkan dewan juri agar melakukan penilaian secara profesional dan objektif.
“InsyaAllah, karya terbaik akan terpilih dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Acara pembukaan ditutup dengan pembacaan pantun khas oleh Bupati dan pernyataan resmi pembukaan kompetisi.
Sementara itu, Ketua Panitia Imam Santiko, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Pringsewu, Ivan Kurniawan, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari strategi daerah untuk menumbuhkan dan mengembangkan penguasaan serta pemanfaatan IPTEK yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 dan Peraturan Bupati Pringsewu Nomor 23 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni 24–26 Juni 2025, menghadirkan 25 finalis terpilih dari tiga kategori, yaitu:
Kategori Umum: 7 peserta
Kategori ASN dan Tenaga Pendidik: 7 peserta
Kategori Pelajar: 11 peserta
Seluruh peserta akan memaparkan karya inovasinya melalui presentasi dan video, serta mengikuti sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Dewan juri berasal dari berbagai institusi, antara lain:
Universitas Aisyah Pringsewu: Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I.
P3MD Kementerian Desa dan Transmigrasi: Ibnu Walidin, S.Kom.
IBN: M. Muslihudin, S.Kom., M.T.I.
Bappeda Kabupaten Pringsewu: 3 juri internal
Imam Santiko menegaskan bahwa sinergi antara hasil inovasi dan kebutuhan pasar sangat penting agar inovasi tidak hanya menjadi konsep, tetapi bisa diaplikasikan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap ajang ini mampu menjadi batu loncatan lahirnya solusi-solusi inovatif yang aplikatif, serta meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat,” ujar Imam. (*na)
No Comments