Palembang, 1 Mei 2025 — Dalam upaya memperkuat fondasi keilmuan sosial yang bersumber pada nilai-nilai wahyu, sebuah kajian tematik bertajuk “Mengapa Ilmu Sosial Perlu Berbasiskan pada Al-Qur’an?” digelar secara daring pada Sabtu pagi (3/5/2025) pukul 05.30–07.00 WIB melalui platform Zoom.
Acara ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. M. Ridho Taqwa, M.Si, pakar sosiologi politik dari Universitas Sriwijaya, yang membahas pentingnya merekonstruksi ilmu sosial dengan landasan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bentuk integrasi ilmu dan iman. Dalam paparannya, Prof. Ridho menekankan bahwa pendekatan keilmuan yang hanya bertumpu pada rasionalitas Barat sering kali abai terhadap dimensi spiritual dan moral.
Kajian ini juga didampingi oleh Ustadz Rizal Alhasani, penyusun Metode Alhasani, yang memberikan perspektif integratif antara wahyu dan ilmu sosial kontemporer. Ia menekankan pentingnya paradigma baru yang memadukan antara pendekatan tafsir tematik dengan pemetaan fenomena sosial umat.
Acara ini dimoderatori oleh Prof. Dr. H. Chairil Anwar, SpParK, DAP&E, PhD, yang memandu jalannya diskusi secara dinamis dan mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, dan pemerhati sosial, kajian ini menjadi ruang penting untuk merefleksikan arah pembangunan keilmuan yang tidak sekadar teknokratis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai ilahiyah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh tim Metode Alhasani ini mendapat sambutan positif dari para peserta dan menjadi salah satu upaya konkret dalam menjawab tantangan disintegrasi nilai dalam pendidikan dan keilmuan sosial masa kini. (*na)
No Comments