PRINGSEWU, 17 September 2025 – Tim peneliti hibah BIMA Universitas Aisyah Pringsewu yang terdiri dari Agus Wantoro, Tahta Herdian Andika, dan Dwi Yana Ayu Andini berhasil mengembangkan metode baru untuk proses seleksi dosen. Metode ini memadukan Fuzzy Criteria Weighting (FCW) dengan Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS), yang diklaim mampu meningkatkan objektivitas dan akurasi dalam penilaian calon tenaga pengajar.
Penelitian ini lahir dari tantangan yang selama ini dihadapi perguruan tinggi, yaitu subjektivitas dalam seleksi dosen. Proses rekrutmen kerap melibatkan berbagai kriteria, mulai dari kualifikasi akademik, pengalaman mengajar, publikasi ilmiah, hingga kemampuan pedagogik. Dengan metode gabungan FCW–WASPAS, setiap kriteria dapat diberi bobot secara dinamis menggunakan logika fuzzy, kemudian diproses melalui WASPAS untuk menghasilkan peringkat kandidat yang lebih terukur.
“Dengan menggabungkan FCW dan WASPAS, proses seleksi menjadi lebih adil dan berbasis data. Setiap kandidat dinilai secara objektif sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” jelas Agus Wantoro, ketua tim peneliti, saat mempresentasikan hasil riset.
Hasil pengujian pada data seleksi dosen di Divisi HRD Universitas Aisyah Pringsewu menunjukkan tingkat korelasi yang sangat kuat, yaitu 95,80%, lebih tinggi dibandingkan metode pembobotan lain seperti ENTROPY (87,8%) dan CRITIC (93,7%). Hal ini menegaskan bahwa kombinasi FCW–WASPAS lebih unggul dalam menghasilkan peringkat kandidat yang konsisten dan akurat.
Ke depan, tim peneliti berencana mengintegrasikan metode ini ke dalam aplikasi berbasis web sehingga dapat diimplementasikan lebih luas oleh perguruan tinggi di Indonesia. “Harapannya, sistem ini bisa menjadi rujukan untuk menciptakan proses rekrutmen yang transparan, cepat, dan adil, sehingga melahirkan tenaga pendidik berkualitas yang mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” tambah Agus Wantoro. (*na)
No Comments