Purwokerto — Dunia akademik Indonesia kembali mencatatkan capaian penting melalui pengukuhan Prof. Dr. Guruh Fajar Shidik, S.Kom., M.Cs. sebagai Guru Besar dalam bidang Distributed Cognitive Artificial Intelligence. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Rama Shinta Ballroom, Patra Convention Hotel Semarang, sebagai bagian dari agenda akademik resmi perguruan tinggi.
Sidang Senat Terbuka dimulai dengan registrasi tamu undangan sejak pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan prosesi senat memasuki ruangan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne UDINUS, serta pembukaan sidang oleh Ketua Senat UDINUS. Momentum akademik ini semakin khidmat dengan pembacaan Surat Keputusan Guru Besar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, sebelum prosesi pengukuhan secara resmi dilaksanakan.
Dalam kesempatan tersebut, UDINUS mengukuhkan tiga Guru Besar, yakni Prof. Dr. Guruh Fajar Shidik, S.Kom., M.Cs. (Distributed Cognitive Artificial Intelligence), Prof. Ir. Heru A. Santoso, Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (Deep Learning untuk Analisis Multimodal), serta Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom., M.T. (Sustainable Smart Agro-logistics and Supply Chains).
Bidang Distributed Cognitive Artificial Intelligence yang ditekuni Prof. Guruh Fajar Shidik memiliki relevansi strategis dalam menjawab tantangan transformasi digital nasional. Keilmuan ini berfokus pada pengembangan sistem kecerdasan buatan yang bersifat terdistribusi, adaptif, dan kolaboratif untuk menyelesaikan persoalan kompleks lintas sektor, mulai dari pendidikan, industri, hingga layanan publik.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Prof. Guruh Fajar Shidik juga menyampaikan orasi ilmiah, yang didahului dengan pemutaran video profil akademik. Dalam orasinya, ia menegaskan pentingnya pendekatan kecerdasan buatan yang tidak hanya berorientasi pada performa teknis, tetapi juga pada aspek kognitif, etika, dan kemanfaatan sosial dalam pengembangan teknologi masa depan.
Pengukuhan Guru Besar ini menegaskan peran UDINUS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor UDINUS, peresmian Blockchain Center UDINUS, serta sambutan dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dan Wali Kota Semarang, yang menyoroti kontribusi strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Atas capaian akademik tersebut, EduTechID – Digital Solutions for Lifelong Learning turut menyampaikan apresiasi. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh CEO EduTechID, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom., yang menilai pengukuhan Guru Besar ini sebagai momentum penting dalam memperkuat ekosistem riset dan pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia.
“Pengukuhan Guru Besar ini menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia memiliki kapasitas dan daya saing global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keilmuan Distributed Cognitive Artificial Intelligence sangat relevan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia unggul dan transformasi digital berkelanjutan,” ujar Dr. Ir. Nurul Hidayat.
Ia menambahkan bahwa peran Guru Besar tidak berhenti pada pengembangan keilmuan teoritis, tetapi juga mencakup hilirisasi riset dan penerapan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, EduTechID berkomitmen mendukung kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat melalui pendekatan Digital Solutions for Lifelong Learning.
Pengukuhan Prof. Dr. Guruh Fajar Shidik sebagai Guru Besar diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, khususnya melalui penguatan riset inovatif, pengembangan talenta digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan yang beretika dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, peneliti muda, dan generasi penerus bangsa untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi aktif dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. (*na)
No Comments