x

banner 300250

Universitas Aisyah Pringsewu Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat dalam MMD KKN Madaraya 2026

5 minutes reading
Monday, 10 Aug 2026 14:38 216 Amin

PRINGSEWU – Universitas Aisyah Pringsewu melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memaparkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) KKN Madaraya 2026 di Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Senin (10/8/2026).

MMD menjadi forum untuk menyelaraskan rencana program mahasiswa dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sebelum seluruh kegiatan KKN dilaksanakan. Forum tersebut diikuti mahasiswa, pemerintah pekon, dan masyarakat setempat.

Sejumlah program yang dipaparkan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, olahraga, pemberdayaan ekonomi, hingga perlindungan masyarakat. Pemaparan program disampaikan Bintang Patra Wijaya dan Ulya Dara dalam agenda utama MMD.

Ketua Kelompok KKN Madaraya, Sahrul Sidiq, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu untuk melaksanakan kegiatan KKN di Pekon Madaraya, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Sahrul.

Ia mengatakan mahasiswa membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, program yang disusun diharapkan tidak hanya terlaksana selama masa pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui KKN ini kami berharap program kerja yang kami laksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata serta berdampak bagi warga Pekon Madaraya,” katanya.

KKN Didorong Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Madaraya, Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I., dan Dawam Ashidiqie, M.Pd., mengatakan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

“KKN adalah tentang mahasiswa datang ke tengah masyarakat untuk belajar, mendengar, memahami, kemudian bersama-sama berbuat,” ujar Nur Aminudin.

Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan oleh kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, keterlibatan warga, serta keberlanjutan manfaat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

Karena itu, masyarakat didorong terbuka menyampaikan persoalan, potensi, maupun masukan terhadap program yang dirancang mahasiswa. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar program yang dijalankan berangkat dari kondisi nyata di lapangan.

Nur Aminudin juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap, ucapan, dan etika selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa membawa nama Universitas Aisyah Pringsewu sehingga keberadaan mereka perlu tercermin melalui sikap rendah hati, kepedulian, dan kemauan untuk memberikan manfaat.

Program Menyasar Pendidikan hingga Pemberdayaan Ekonomi

Dalam pemaparan program kerja, mahasiswa menjelaskan KKN di Pekon Madaraya dirancang selama masa pengabdian 3–31 Agustus 2026. Tahapan awal meliputi inisiasi, observasi, pemetaan kebutuhan pekon, koordinasi dengan perangkat pekon, serta penyusunan program berdasarkan kondisi masyarakat.

Program tersebut kemudian dikelompokkan menjadi kegiatan pendampingan atau rutin dan program utama.

Pada bidang pendidikan dan pembentukan karakter, mahasiswa menyiapkan Gerakan Akhlakul Karimah melalui kegiatan mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Program tersebut diarahkan untuk mendukung kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus pembentukan adab dan karakter anak.

Mahasiswa juga merancang Rumah Belajar Digital bagi anak usia sekolah dasar. Kegiatan mencakup pendampingan membaca, menulis, berhitung, pemecahan masalah, serta pengenalan media digital sebagai sarana belajar yang edukatif dan bertanggung jawab.

Edukasi anti-bullying turut menjadi salah satu program yang menyasar siswa sekolah dasar. Materi yang diberikan meliputi pengenalan perundungan, dampaknya, pentingnya empati, serta upaya membangun lingkungan sekolah yang aman.

Di bidang kesehatan, mahasiswa memaparkan rencana pelayanan kesehatan integratif melalui Posyandu bagi ibu hamil, balita atau anak-anak, dan lansia. Kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan status gizi, pelayanan kefarmasian, pendampingan ibu hamil, pemeriksaan tekanan darah, serta edukasi kesehatan bagi lansia.

Program kesehatan lainnya berupa edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa sekolah dasar, termasuk praktik mencuci tangan menggunakan sabun dan menyikat gigi dengan teknik yang benar.

Mahasiswa juga menyiapkan edukasi gizi seimbang dan jajanan sehat melalui pengenalan konsep “Isi Piringku” serta pemahaman mengenai pemilihan jajanan yang sehat dan aman.

Pada bidang lingkungan, mahasiswa merancang Gerakan Sanitasi Lingkungan melalui penyediaan tempat sampah di sejumlah titik strategis. Sementara pada bidang olahraga, mahasiswa merencanakan optimalisasi sarana melalui pembuatan lapangan voli sebagai fasilitas aktivitas fisik dan ruang interaksi masyarakat.

Program pemberdayaan ekonomi diarahkan melalui Digitalisasi UMKM Pekon Madaraya. Mahasiswa mendorong pemanfaatan media sosial dan situs web sebagai sarana informasi dan promosi usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membangun citra usaha yang lebih profesional.

Selain program kelompok, mahasiswa juga menyiapkan program kolaboratif bersama kelompok KKN dari pekon lain. Program tersebut mencakup edukasi perlindungan dan pemberdayaan perempuan, edukasi mengenai tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta edukasi bagi pekerja migran Indonesia mengenai migrasi aman.

Pemerintah Pekon Ajak Masyarakat Dukung Program KKN

Kepala Pekon Madaraya, Haryadi

Kepala Pekon Madaraya, Haryadi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Aisyah Pringsewu. Ia mengatakan mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Pekon Madaraya selama kurang lebih satu bulan.

“Selama satu bulan ini mereka akan mengabdikan diri di Pekon Madaraya,” ujar Haryadi.

Ia mengajak masyarakat mendukung dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program. Haryadi juga meminta masyarakat memberikan arahan apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan maupun interaksi mahasiswa dengan warga.

“Kalau ada kesalahan, namanya juga masih belajar. Mari kita sama-sama memberikan arahan dan membantu selama mereka berada di sini,” katanya.

MMD Jadi Ruang Penyelarasan Program

Setelah pemaparan program, MMD dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyerap masukan dari masyarakat. Agenda tersebut menjadi bagian dari proses penyelarasan rencana kerja mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat sebelum program dilaksanakan. Rundown kegiatan mencatat pemaparan program kerja sebagai agenda inti yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Nur Aminudin mengatakan program KKN perlu dirancang dengan orientasi keberlanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Program yang kita sepakati hendaknya tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat dilakukan selama mahasiswa berada di Madaraya, tetapi juga apa yang dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus bergerak setelah mahasiswa kembali ke kampus,” katanya.

Melalui MMD tersebut, mahasiswa, pemerintah pekon, dan masyarakat membangun kesepahaman mengenai program yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap program yang dirancang mahasiswa.

Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan KKN Universitas Aisyah Pringsewu di Pekon Madaraya diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program selama masa pengabdian, tetapi juga mendorong kolaborasi dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. (*na)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x